BEKASI, alexanews.id – Warga RT 02 RW 06 Kampung Kalenderwak Panjang, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dibuat resah akibat serangan ribuan nyamuk yang muncul secara tidak biasa pada siang hari.

Fenomena tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan disebut semakin parah. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena nyamuk menyerang hampir di seluruh area permukiman.

Diduga, ledakan populasi nyamuk itu dipicu oleh tumpukan eceng gondok yang memenuhi danau di sekitar lingkungan warga. Tanaman air yang mengendap dan membusuk disebut menjadi tempat ideal berkembangbiaknya nyamuk.

Kondisi ini kini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga mulai menimbulkan kekhawatiran serius terkait kesehatan manusia maupun hewan ternak.

Kepala Desa Karangsari, Bao Umbara, meminta instansi terkait segera turun tangan untuk menangani persoalan tersebut sebelum dampaknya semakin meluas.

“Kami berharap hal seperti ini secepatnya ditindaklanjuti. Warga sudah mulai resah, bahkan beberapa warga dan hewan ternak dilaporkan mulai terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk,” ujar Bao Umbara.

Menurutnya, keluhan warga terus berdatangan setiap hari. Banyak warga mengaku kesulitan beraktivitas normal karena nyamuk muncul dalam jumlah sangat banyak bahkan sejak pagi hingga siang hari.

Yang paling mengkhawatirkan, dampak serangan nyamuk itu mulai dirasakan pada hewan ternak milik warga.

Seorang warga mengaku kehilangan dua ekor kambing miliknya secara mendadak. Saat diperiksa, bagian tubuh kambing tersebut dipenuhi nyamuk.

“Kambing saya dua ekor mati. Pas dicek, di bagian kelaminnya dipenuhi banyak nyamuk,” ungkap warga setempat.

Kejadian itu membuat warga semakin takut jika serangan nyamuk terus dibiarkan tanpa penanganan cepat. Mereka khawatir penyakit menular bisa menyebar, terutama kepada anak-anak dan lansia.

Menanggapi keresahan warga, Sekretaris Camat Cikarang Timur, H. Aris Sadikin, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Ia mengatakan pihak kecamatan bergerak cepat dengan menghubungi Puskesmas serta UPTD Kebersihan Wilayah 5 untuk melakukan langkah penanganan awal.

“Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Puskesmas dan UPTD Kebersihan Wilayah 5. Saya juga menyarankan kepada Pak Lurah untuk berkoordinasi dengan bidan desa. Selain itu, saya akan mengirimkan surat resmi ke pihak-pihak terkait,” kata Aris Sadikin saat dihubungi, Sabtu (16/5/2026).

Sementara itu, pihak Puskesmas Lemah Abang memastikan akan segera menerjunkan tim kesehatan ke lokasi untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab utama ledakan populasi nyamuk sekaligus menentukan metode penanganan yang paling tepat.

“Terima kasih informasinya. Kami akan tindak lanjuti dengan PE untuk mencari akar masalah dan menentukan langkah selanjutnya,” ujar Kepala Puskesmas Lemah Abang.

Pihak puskesmas juga menjelaskan bahwa tindakan fogging atau pengasapan tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa hasil kajian lapangan.

Menurut mereka, fogging harus mengikuti petunjuk teknis dan mempertimbangkan kondisi lingkungan agar penanganannya efektif.

“Saya sudah koordinasi dengan tim Surveillance. Hari ini mereka sedang melakukan penyuluhan di tempat lain. Untuk ke Desa Karangsari dijadwalkan hari Senin mendatang dan kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Tindakan fogging baru ditentukan setelah hasil PE keluar, karena semua ada petunjuk teknisnya,” jelasnya.

Warga kini berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah nyata, termasuk membersihkan eceng gondok yang menutupi area danau.

Mereka menilai pembersihan danau menjadi solusi paling mendesak untuk memutus rantai berkembangbiaknya nyamuk sebelum kondisi semakin parah dan menimbulkan wabah penyakit di lingkungan permukiman. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.