BEKASI, alexanews.id – Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah industri terus diperkuat Polres Metro Bekasi. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi dan edukasi yang dilakukan langsung Kapolres Metro Bekasi KBP Sumarni bersama jajaran di PT Astemo Bekasi Manufacturing, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Utara, Selasa 26 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB itu menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan sektor industri yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Dalam agenda tersebut, Kapolres Metro Bekasi hadir didampingi sejumlah pejabat utama Polres Metro Bekasi. Turut hadir Kasat Intelkam KOMPOL Zaini A. Zainuri, Kasat Binmas KOMPOL Sugiharto, Kasat Lantas KOMPOL Sugihartono, Kasi Propam AKP Mamun, Kasi Humas AKP Aliyani, Kapolsek Cikarang Utara AKP Noach, serta KBO Sat Res Narkoba IPDA Luki.
Kegiatan berlangsung di area PT Astemo Bekasi Manufacturing, Jalan Jababeka VI Kav. 28-36, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari karyawan, manajemen perusahaan, hingga perwakilan serikat pekerja.
Dari pihak perusahaan hadir Agung selaku perwakilan manajemen, Ari Dwiyanto sebagai HRD PT Astemo Bekasi Manufacturing, Budiono selaku Ketua PUK PT Astemo, serta Fresa yang mewakili KC FSPMI Kota/Kabupaten Bekasi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri, sambutan dari pihak perusahaan dan kepolisian, dilanjutkan penyampaian materi edukasi, penyerahan cinderamata hingga sesi foto bersama.
HRD PT Astemo Bekasi Manufacturing Ari Dwiyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Metro Bekasi beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran langsung pihak kepolisian di lingkungan perusahaan menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap dunia industri dan para pekerja di Kabupaten Bekasi.
Ia menilai sinergi antara perusahaan, pekerja dan aparat keamanan sangat penting untuk menjaga lingkungan kerja tetap aman, nyaman dan produktif.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi KBP Sumarni menegaskan bahwa pembinaan kepada masyarakat pekerja menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga harkamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.
Menurutnya, lingkungan kerja harus menjadi tempat yang sehat dan aman bagi seluruh pekerja, sehingga edukasi mengenai bahaya narkoba, keselamatan berkendara hingga pencegahan kekerasan seksual perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Lingkungan kerja harus menjadi ruang yang aman, sehat dan produktif bagi semua pekerja. Karena itu kami terus melakukan pendekatan edukatif agar masyarakat semakin sadar hukum dan peduli terhadap keselamatan,” ujar Kapolres Metro Bekasi KBP Sumarni.
Dalam sesi penyuluhan, KBO Sat Res Narkoba Polres Metro Bekasi IPDA Luki memberikan pemaparan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat keras.
Materi yang disampaikan mencakup dampak kesehatan, gangguan mental, kerusakan hubungan sosial hingga konsekuensi hukum bagi pengguna maupun pengedar narkoba.
Para peserta juga diingatkan untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang penggunaannya wajib berdasarkan resep dan pengawasan medis.
Edukasi tersebut mendapat perhatian serius dari peserta mengingat ancaman penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyasar kalangan remaja, tetapi juga pekerja di lingkungan industri.
Selain penyuluhan narkoba, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas melalui materi Safety Riding & Driving yang disampaikan Kasat Lantas Polres Metro Bekasi KOMPOL Sugihartono.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya budaya tertib berlalu lintas, etika berkendara, kondisi fisik pengemudi hingga faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.
Materi ini dinilai sangat relevan karena sebagian besar pekerja menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari menuju kawasan industri.
Kapolres Metro Bekasi juga memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja.
Materi tersebut mencakup bentuk-bentuk kekerasan seksual baik fisik maupun nonfisik, termasuk pemahaman mengenai perlindungan hukum melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS.
Penyuluhan itu diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat untuk mencegah dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang terjadi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Perwakilan serikat pekerja Fresa dari PUK SPAMK FSPMI PT Astemo Bekasi Manufacturing turut menyampaikan dukungannya terhadap langkah Polres Metro Bekasi dalam membangun kesadaran hukum dan keselamatan kerja di kalangan pekerja.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk sinergi positif antara kepolisian, perusahaan dan serikat pekerja.
Melalui kegiatan silaturahmi kamtibmas ini, Polres Metro Bekasi menunjukkan komitmennya dalam membangun pendekatan yang humanis, edukatif dan preventif kepada masyarakat.
Tidak hanya menjaga keamanan wilayah, Polres Metro Bekasi juga berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat agar tercipta lingkungan kerja yang tertib, sehat, harmonis dan bebas dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan pengaduan dan hotline kepolisian yang tersedia apabila membutuhkan bantuan maupun informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. (Wnd)









