PURWAKARTA, alexanews.id – Wakil Ketua DPRD Purwakarta, Luthfi Bamala, menyoroti kondisi Waduk Jatiluhur yang kini dipenuhi eceng gondok. Menurutnya, masalah tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak pada perekonomian warga yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan wisata.

Hal itu disampaikan Luthfi melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya pada Rabu (3/6/2026).

Dalam video tersebut, Luthfi mengaku sudah lama mengenal kawasan Jatiluhur. Ia bahkan sering berkunjung ke wilayah itu karena banyak kerabat dan warga yang dikenalnya tinggal di sekitar waduk.

Menurutnya, mayoritas masyarakat di kawasan Jatiluhur bekerja sebagai petani ikan, penyedia jasa perahu wisata, hingga pelaku usaha yang berkaitan dengan aktivitas wisata waduk.

“Belakangan ini mereka mengeluhkan pendapatan yang terus menurun. Keluhan itu sudah disampaikan sejak lama,” ujar Luthfi.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah semakin meluasnya eceng gondok yang menutupi sebagian area perairan Waduk Jatiluhur.

Saat meninjau lokasi, Luthfi mengaku prihatin melihat kondisi waduk yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Purwakarta.

Menurutnya, persoalan eceng gondok seharusnya bisa ditangani lebih maksimal mengingat Waduk Jatiluhur merupakan aset penting yang memiliki nilai ekonomi dan pariwisata besar.

“Saya melihat alatnya ada, tetapi kenapa masalah eceng gondok ini bertahun-tahun belum juga selesai,” katanya.

Luthfi meminta persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait, termasuk pengelola kawasan waduk.

Ia juga berharap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ikut memberikan perhatian terhadap kondisi yang terjadi di Jatiluhur.

“Saya berharap Pak Dedi Mulyadi bisa menyikapi persoalan ini dengan serius. Kasihan masyarakat yang tinggal di sekitar Jatiluhur karena sebagian menggantungkan hidupnya dari sektor wisata,” ujarnya.

Dalam video itu terlihat hamparan eceng gondok menutupi sebagian permukaan waduk. Bahkan di beberapa titik, tanaman tersebut terlihat dibatasi menggunakan bambu agar tidak menyebar lebih luas.

Luthfi mengatakan keberadaan eceng gondok yang terus bertambah tidak hanya mengganggu keindahan waduk, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas warga.

Meski demikian, ia menilai eceng gondok tidak harus selalu dianggap sebagai masalah. Menurutnya, tanaman tersebut bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Apakah tidak bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan diproduksi secara massal, sehingga tidak hanya menjadi hama seperti sekarang,” tuturnya.

Di akhir videonya, Luthfi mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk bekerja lebih maksimal menjaga Waduk Jatiluhur agar kembali bersih dan menjadi kebanggaan masyarakat Purwakarta.

“Mari bersama-sama menjaga Jatiluhur agar Purwakarta tetap menjadi daerah yang istimewa,” pungkasnya. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.