CIREBON, alexanews.id – Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, dipercaya mewakili Kabupaten Cirebon dalam ajang Lomba Kampung Tangguh Narkoba tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat.

Tim Penilai dari Polda Jabar melakukan penilaian lapangan pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan meninjau berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian kampung bebas narkoba.

Kasubag Min OPS Narkoba Polda Jawa Barat, AKP Karyana, yang hadir bersama Wakasat Narkoba Polresta Cirebon AKP H. Moch. Riffianto, SH, MH, menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga melihat tingkat keterlibatan dan kepedulian masyarakat dalam mendukung program pencegahan narkoba.

Menurutnya, antusiasme warga Desa Trusmi Kulon menjadi salah satu nilai lebih yang menonjol dibandingkan sejumlah lokasi lain yang telah dikunjungi sebelumnya.

“Tidak semua kampung bebas narkoba memiliki masyarakat yang antusias. Namun alhamdulillah, di Desa Trusmi Kulon yang merupakan titik ketiga yang saya kunjungi, antusiasmenya luar biasa,” ujar AKP Karyana.

Ia menilai komitmen seluruh elemen masyarakat di Desa Trusmi Kulon terlihat sangat kuat. Kolaborasi lintas sektor berjalan aktif mulai dari pemerintah desa, unsur TNI dan Polri, pemerintah kecamatan, hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda.

Kehadiran para pelajar dari tingkat PAUD, SD hingga SMP yang turut menyambut kedatangan tim penilai juga menjadi gambaran bahwa semangat kampanye anti narkoba telah melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

AKP Karyana mengatakan, momentum penilaian ini sekaligus menjadi penguatan kembali terhadap program Kampung Tangguh Narkoba yang sebenarnya telah dibentuk sejak tahun 2023.

Menurutnya, persoalan penyalahgunaan narkotika, obat-obatan keras ilegal maupun minuman keras tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang terlarang tersebut.

Dalam kesempatan itu, tim penilai juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas dan inovasi yang dimiliki Desa Trusmi Kulon.

Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah sistem pengawasan berbasis teknologi melalui jaringan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sejumlah titik strategis desa.

Selain memiliki ruang pelayanan publik yang representatif, aktivitas pelayanan di kantor desa juga dapat dipantau melalui CCTV.

“Ini poin penting, baru saya temukan di sini adanya ruang pelayanan yang terpantau CCTV. Di desa-desa lain belum ada,” ungkap AKP Karyana.

Sementara itu, Kuwu Desa Trusmi Kulon, Abdul Tholib, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim penilai dari Polda Jawa Barat, Polresta Cirebon, serta unsur Forkopimcam yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat keamanan semata.

“Bahaya narkoba ini bukan tanggung jawab aparat keamanan saja, melainkan tanggung jawab kita bersama, seluruh lapisan masyarakat. Saya berharap program ini dapat membantu desa kami agar benar-benar nol dari kasus penyalahgunaan narkoba,” kata Abdul Tholib.

Pemerintah Desa Trusmi Kulon juga berharap pendampingan dari Polresta Cirebon dapat terus dilakukan sehingga sistem pengawasan dan pencegahan di lingkungan masyarakat berjalan lebih optimal.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memerangi narkoba, pemerintah desa telah menjalankan sejumlah langkah preventif. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi rutin kepada generasi muda, terutama pelajar usia SMP dan SMA yang dinilai rentan menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, desa juga kembali mengaktifkan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling), memberdayakan berbagai lembaga desa, serta memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi.

Saat ini, sebanyak 40 titik CCTV telah dipasang di berbagai lokasi strategis Desa Trusmi Kulon. Keberadaan kamera pengawas tersebut diharapkan mampu membantu pengawasan lingkungan sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba di wilayah desa.

Melalui sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat, Desa Trusmi Kulon optimistis mampu menjadi contoh kampung tangguh dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kabupaten Cirebon maupun Jawa Barat. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.