KARAWANG, alexanews.id – Kabar menggembirakan dirasakan para petani di Dusun Buniaga, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia menghadirkan program Irigasi Perpompaan (Irpom) yang digadang-gadang mampu menjadi solusi kebutuhan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Fasilitas pengairan yang dibangun melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian itu ditujukan untuk mendukung pasokan air bagi sekitar 25 hektare sawah yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air.

Program tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan mencapai Rp153 juta. Pelaksana kegiatan adalah Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Leuweung Seureuh yang selama ini aktif mengelola kebutuhan irigasi petani setempat.

Ketua P3A Leuweung Seureuh, H. Satim, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya bantuan yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya para petani di Dusun Buniaga dan Desa Bengle.

Menurutnya, keberadaan Irpom akan memberikan manfaat besar bagi para petani karena mampu membantu pengairan sawah secara lebih optimal, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Alhamdulillahirabbil’alamin, dengan adanya bantuan Irpom ini masyarakat, khususnya para petani di Dusun Buniaga dan Desa Bengle sangat terbantu. Fasilitas ini nantinya akan mengairi lahan pertanian sekitar 25 hektare,” ujar H. Satim.

Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan Irpom berlangsung selama kurang lebih 21 hari. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan dalam waktu dekat diperkirakan sudah dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk menunjang aktivitas pertanian mereka.

Keberadaan Irpom dinilai sangat penting karena selama ini sebagian petani masih menghadapi kendala ketersediaan air, terutama pada saat curah hujan menurun. Dengan adanya sistem pompa irigasi tersebut, distribusi air ke area persawahan diharapkan menjadi lebih lancar dan merata.

Tidak hanya membantu mengatasi persoalan kekurangan air, program Irigasi Perpompaan juga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional. Program ini difokuskan untuk membantu wilayah sawah tadah hujan serta daerah yang rentan mengalami kekeringan.

Melalui dukungan infrastruktur pengairan yang lebih baik, petani dapat mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan.

Selain itu, keberadaan Irpom juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam. Jika sebelumnya lahan hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun karena keterbatasan air, kini petani berpotensi melakukan penanaman hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun.

Peningkatan frekuensi tanam tersebut tentu berdampak langsung terhadap hasil produksi pertanian. Semakin sering lahan ditanami, semakin besar pula peluang peningkatan hasil panen yang pada akhirnya dapat mendongkrak pendapatan petani.

Di sisi lain, peningkatan produksi pangan dari tingkat petani juga menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang terus didorong pemerintah.

H. Satim berharap seluruh petani yang nantinya menikmati manfaat Irpom dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh komitmen masyarakat dalam memelihara sarana yang telah tersedia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertanian, jajaran Dinas Pertanian, UPTD, serta para penyuluh pertanian yang telah memberikan dukungan hingga program tersebut dapat terealisasi di Desa Bengle.

Ke depan, pengelolaan dan pemeliharaan Irpom akan dibahas melalui musyawarah kelompok bersama para petani. Langkah ini dilakukan agar operasional fasilitas berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan hadirnya Irpom di Desa Bengle, para petani kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air. Program ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (Yopie Iskandar)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.