BEKASI, alexanews.id – Kondisi memprihatinkan terjadi di jalur Pantura yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan perbatasan dilaporkan padam sehingga membuat ruas jalan nasional tersebut gelap gulita saat malam hari.

Situasi ini menjadi sorotan berbagai pihak karena jalur Pantura merupakan salah satu akses utama yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang.

Kritik keras datang dari Ketua Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN) Kabupaten Bekasi, Yusuf. Ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi mengingat jalur perbatasan merupakan wajah pertama yang dilihat masyarakat maupun pengendara yang masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, sejumlah titik lampu PJU di sepanjang jalur Pantura wilayah Kecamatan Kedungwaringin tidak berfungsi. Kondisi gelap terlihat mulai dari kawasan PT Platinum Rengasbandung hingga jembatan perbatasan Karawang dekat Terminal Tanjungpura.

Menurut Yusuf, matinya lampu penerangan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta tindak kriminalitas pada malam hari.

Ia menyayangkan kondisi tersebut karena pemeliharaan PJU seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah melalui instansi terkait.

“Ini kan perbatasan Bekasi di jalur Pantura yang menjadi titik awal penilaian para pengendara dari luar Bekasi. Semestinya harus terang dan tertata rapi. Tapi kondisi lampu mati. Bagaimana dengan pemeliharaan? Kan pasti ada anggarannya,” ujar Yusuf.

Yusuf menilai keberadaan PJU memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan keamanan pengguna jalan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak menganggap persoalan ini sebagai hal sepele.

Menurutnya, kondisi gelap di jalur utama seperti Pantura dapat memberikan kesan buruk terhadap tata kelola infrastruktur daerah, terutama di kawasan perbatasan yang menjadi pintu masuk Kabupaten Bekasi dari arah Karawang.

Tak hanya menyampaikan kritik, Yusuf juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mengambil langkah konkret guna memperbaiki lampu-lampu yang padam.

Ia meminta jajaran Dishub tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga memastikan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat berfungsi dengan baik.

“Dishub Kabupaten Bekasi jangan cuma seremonial saja. Lihat ini jalur Pantura perbatasan sampai gelap begini. Kerjalah, jangan cuma makan gaji buta,” tegasnya.

Keluhan mengenai minimnya penerangan di jalur Pantura tersebut juga mulai mendapat perhatian dari masyarakat dan pengguna jalan yang kerap melintas pada malam hari. Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas transportasi berjalan lebih aman dan nyaman.

Selain sebagai jalur strategis penghubung antarwilayah, Pantura juga menjadi salah satu urat nadi perekonomian karena dilalui kendaraan logistik yang mengangkut berbagai kebutuhan industri maupun masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi terkait keluhan yang disampaikan JPDN maupun kondisi matinya lampu PJU di kawasan perbatasan tersebut.

Masyarakat kini menunggu langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memastikan fasilitas penerangan jalan kembali berfungsi normal sehingga keamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.