JAKARTA, AlexaNews.ID – PT Elnusa Tbk kembali menorehkan capaian strategis di industri energi nasional. Melalui Rig EMR-01, Elnusa sukses menerapkan teknologi Casing While Drilling (CWD) terdalam di Indonesia dengan kedalaman mencapai 3.000 ft pada pengeboran Sumur Samberah (SEM)-195 di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan teknologi pengeboran nasional yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. Elnusa, sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, menunjukkan perannya sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi berbasis inovasi.

Sumur SEM-195 memiliki total kedalaman 8.211 ftMD dengan desain dua section. Dalam proyek ini, Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) melakukan optimalisasi desain pengeboran dengan mengurangi jumlah section serta menerapkan teknologi CWD pada section awal, sehingga proses pengeboran menjadi lebih ringkas dan efektif.

Rig EMR-01 Elnusa berperan vital dalam mengawal seluruh rangkaian operasi, mulai dari tajak sumur hingga pemasangan wellhead. Sistem rig yang terintegrasi dan performa peralatan yang optimal memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan standar keselamatan.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari komitmen Elnusa dalam penguatan inovasi teknologi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penguasaan teknologi dan kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjawab tantangan industri migas sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional, ujarnya.

Keunggulan Rig EMR-01 terletak pada penerapan sistem terkomputerisasi yang mengintegrasikan auto drill, Top Drive System, drawworks, serta Casing Drive System (CDS). Integrasi ini memungkinkan proses pengeboran dan penyambungan casing berlangsung lebih cepat, stabil, dan presisi dibandingkan metode konvensional.

Dari sisi kinerja operasional, penerapan teknologi CWD memberikan efisiensi waktu pengeboran hingga sekitar 97 jam. Selain itu, risiko seperti gas dangkal dan kehilangan sirkulasi dapat ditekan secara signifikan, sehingga proyek ini mencatatkan zero Non-Productive Time (NPT) serta jam kerja aman tanpa kecelakaan.

Keberhasilan proyek ini juga ditopang oleh kesiapan sumber daya manusia dan koordinasi lintas tim yang solid. Tantangan teknis dalam proses pick-up casing hingga pengeboran dengan casing berhasil diatasi melalui pengendalian parameter pengeboran yang ketat, komunikasi intensif, serta penyempurnaan prosedur kerja yang berorientasi pada keselamatan dan efisiensi.

Kolaborasi erat antara Elnusa dan PHSS Region 3 menjadi faktor penentu keberhasilan proyek. Seluruh sistem utama Rig EMR-01, mulai dari circulating, hoisting, rotating, power, hingga blowout preventer system, beroperasi optimal sehingga penyelesaian section pertama dapat dilakukan lebih cepat dari target perencanaan.

Sepanjang 2025, Rig EMR-01 tercatat telah menyelesaikan enam dari sembilan sumur CWD secara aman. Capaian ini menjadi bukti konsistensi kapabilitas teknis serta penerapan disiplin HSSE yang tinggi di setiap operasi pengeboran.

Sebagai rig berbasis elektrik, Rig EMR-01 juga memberikan nilai tambah dari aspek lingkungan dengan emisi dan tingkat kebisingan yang lebih rendah serta efisiensi energi yang lebih baik. Sejalan dengan prinsip ESG, Rig EMR-01 meraih penghargaan Best of The Best Rig 2024 di Wilayah Kerja PHSS Zona-9. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.