BEKASI, AlexaNews.ID – Warga Kampung Tirta Agung, RT 001 RW 006, Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kualitas pekerjaan galian pipa milik PDAM Tirta Bagasasi yang dinilai tidak maksimal. Pasalnya, pipa yang baru dikerjakan tersebut dilaporkan telah mengalami kebocoran hingga tiga kali di lokasi yang sama.
Kebocoran pipa PDAM itu membuat air terus mengalir ke badan jalan dan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menyebabkan jalan menjadi becek dan licin, sehingga mengganggu aktivitas warga sekaligus membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Sejumlah warga menilai, kebocoran yang terjadi berulang menunjukkan lemahnya pengawasan serta buruknya kualitas pengerjaan proyek galian pipa PDAM Tirta Bagasasi di wilayah tersebut.
“Ini sudah tiga kali bocor di titik yang sama. Tapi tidak ada perbaikan permanen, hanya seperti dibiarkan. Kami warga yang repot, jalan jadi kotor dan licin,” ujar salah satu warga setempat, Jumat (16/1/2026).
Selain mengganggu kenyamanan, air yang terus keluar juga dikhawatirkan merusak struktur jalan dan lingkungan sekitar jika tidak segera ditangani secara serius.
Warga mengaku belum melihat adanya perbaikan menyeluruh dari pihak terkait. Setiap kali kebocoran terjadi, penanganannya dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar masalah.
Karena itu, masyarakat mendesak PDAM Tirta Bagasasi segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam. Warga juga meminta adanya evaluasi terhadap pelaksana pekerjaan agar kualitas proyek benar-benar diperhatikan.
“Kami minta PDAM bertanggung jawab dan transparan. Jangan sampai kejadian seperti ini terus terulang dan merugikan warga,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PDAM Tirta Bagasasi maupun pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga serta dugaan buruknya kualitas pekerjaan galian pipa di Desa Waluya, Cikarang Utara. [Diska]










