PURWAKARTA, AlexaNews.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purwakarta menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta yang menerapkan sistem kerja sama media berbasis aplikasi SIMEDKOM Sistem Media Komunikasi).

Ketua PWI Purwakarta, Adi Kurniawan Tarigan, menilai penerapan sistem digital tersebut merupakan terobosan positif untuk menata kemitraan pemerintah daerah dengan perusahaan pers agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurut Tarigan, SIMEDKOM bukan sekadar aplikasi administrasi, melainkan instrumen penyaringan agar hanya media yang benar-benar kredibel dan memenuhi standar perusahaan pers yang bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah.

“Kami dari PWI Purwakarta mendukung penuh kebijakan Diskominfo yang menggunakan SIMEDKOM. Sistem ini penting untuk menjaring media yang benar-benar profesional, berbadan hukum jelas, serta menjalankan fungsi pers sesuai kaidah jurnalistik,” ujar Adi Kurniawan Tarigan, Sabtu (17/1).

Ia menjelaskan, selama ini kerja sama media kerap menimbulkan persoalan karena tidak semua pihak yang mengatasnamakan media memenuhi unsur legalitas dan kompetensi sebagai perusahaan pers.

Dengan adanya SIMEDKOM, lanjut Tarigan, seluruh media diwajibkan melakukan pendaftaran, verifikasi, dan pemutakhiran data secara digital, mulai dari legalitas perusahaan, struktur redaksi, wartawan, hingga rekam jejak pemberitaan.

“Melalui sistem ini, Diskominfo bisa menilai kelayakan media secara objektif. Jadi bukan asal bekerja sama, tapi ada standar yang harus dipenuhi. Ini bagus untuk menjaga marwah profesi wartawan,” tegasnya.

Tarigan juga menilai sistem kerja sama media melalui SIMEDCOM mendorong iklim pers yang sehat di Purwakarta. Media tidak hanya mengejar kemitraan, tetapi juga dituntut meningkatkan kualitas produk jurnalistiknya.

Selain itu, SIMEDKOM dinilai mampu menciptakan transparansi dalam proses kemitraan antara pemerintah daerah dan media, sehingga meminimalisir praktik yang tidak profesional.

“Ke depan, kerja sama tidak lagi berdasarkan kedekatan, tapi berbasis sistem, data, dan kualitas. Media yang serius akan bertahan, sementara yang tidak memenuhi syarat tentu akan tersaring dengan sendirinya,” tambah Tarigan.

PWI Purwakarta berharap implementasi SIMEDKOM bisa terus disempurnakan dan disosialisasikan secara terbuka kepada seluruh insan pers agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Intinya, kami mendukung Diskominfo Purwakarta dalam menata kerja sama media lewat SIMEDCOM demi terciptanya pers yang sehat, profesional, dan bermartabat di Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Namun demikian, beberapa persyaratan tentunya harus di tempuh oleh media tersebut yang akan melakukan kerjasama dengan Diskominfo.

Ketua PWI Kabupaten Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan mengatakan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan oleh diskominfo.

Ia menilai, bahwa langkah tersebut sangatlah tepat karena regulasi dalam melaksanakan kerjasama harus dilakukan dengan baik dan benar.

“Jangan sampai kerjasama tahun ini sama dengan tahun 2024 dan tahun 2025. Dimana dalam regulasi pelaksanaannya diduga bermasalah,” ujarnya, Sabtu (17/01/2025).

Tarigan menuturkan, para awak media seharusnya tidak merasa khawatir dengan syarat dan ketentuan yang di keluarkan oleh diskominfo purwakarta karena untuk administrasi perusahaan pers atau redaksi yang mengurusnya.

“Kita serahkan saja administrasi pengajuan kerjasama ini kepada redaksi atau perusahaan media kita masing-masing,” tuturnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya prasyarat yang dikeluarkan oleh diskominfo kali ini, kerjasama media akan sesuai dengan regulasi yang ada.

“Tentunya tidak seperti tahun sebelumnya yang diduga bermasalah dan kental akan asas kepentingan,” pungkasnya. [Ega Nugraha]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.