CIREBON, alexanews.id – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa pagi (28/4/2026). Dua unit tempat usaha berupa bengkel sepeda motor dan toko aki dilaporkan hangus terbakar dalam insiden yang diduga dipicu korsleting listrik.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB dan sontak menggegerkan warga sekitar Jalan Sunan Gunung Jati. Kobaran api dengan cepat membesar setelah muncul dari area bengkel motor milik Dani, sebelum akhirnya merembet ke toko aki milik Didik yang berada tepat di samping bangunan.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara dentuman keras sesaat sebelum api membesar. Tak lama setelah suara tersebut terdengar, asap hitam pekat langsung keluar dari dalam bengkel dan memicu kepanikan warga.
“Awalnya terdengar suara keras seperti ledakan dari dalam bengkel. Tidak lama kemudian asap hitam keluar tebal sekali. Karena di dalam banyak barang mudah terbakar, api langsung cepat membesar,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Menurut keterangan warga, kobaran api begitu cepat menjalar lantaran di dalam bengkel terdapat banyak material yang mudah terbakar, seperti oli, ban bekas, dan berbagai perlengkapan perbengkelan. Kondisi itu membuat api sulit dikendalikan pada menit-menit awal kebakaran.
Api yang terus membesar membuat warga panik, terlebih lokasi kejadian berada di kawasan pemukiman padat penduduk. Warga khawatir kobaran api merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi yang jaraknya berdekatan.
Menerima laporan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon langsung menerjunkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi. Petugas bergerak cepat melakukan pemadaman dan fokus melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Evakuasi Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Ia mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan.
“Di dalam bengkel ada banyak ban bekas dan oli, itu yang membuat api cukup sulit dipadamkan. Asap juga sangat pekat sehingga menyulitkan petugas saat proses pemadaman,” kata Eno.
Meski demikian, setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Pantauan di lapangan, proses penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur. Selain petugas Damkar, Tim Inafis Polres Cirebon Kota turut turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal guna menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Polsek Gunung Jati juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan mengatur arus lalu lintas di Jalan Sunan Gunung Jati agar proses pemadaman berjalan lancar. Kepadatan kendaraan sempat terjadi karena banyak warga dan pengendara berhenti untuk melihat kejadian.
Sejumlah personel TNI bersama warga sekitar juga terlihat membantu proses evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam bangunan. Namun sebagian besar isi bengkel dan toko aki dilaporkan tidak sempat diselamatkan karena api terlanjur membesar.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Seluruh peralatan bengkel, suku cadang, perlengkapan servis, hingga stok aki baru di toko tersebut dilaporkan ludes terbakar. Bangunan tempat usaha juga mengalami kerusakan parah dan nyaris rata dengan tanah.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan pemilik usaha. Polisi mendalami kemungkinan sumber ledakan berasal dari alat perbengkelan atau murni akibat korsleting listrik pada instalasi bangunan.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Sunan Gunung Jati yang sempat mengalami antrean panjang perlahan kembali normal setelah proses pemadaman selesai dan situasi dinyatakan aman.
Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik usaha, terutama bengkel dan toko yang menyimpan bahan mudah terbakar, agar rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan sistem keamanan bangunan dalam kondisi layak guna mencegah kejadian serupa terulang. (Kirno)









