KARAWANG, alexanews.id – Kondisi memprihatinkan SDN Sadari II yang berada di Dusun Neglasari RT 03/04, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Sekolah dasar yang menjadi tempat belajar puluhan siswa itu kini tampak jauh dari kata layak.

Bangunan sekolah terlihat tua, lapuk, dan rapuh. Sejumlah bagian atap mengalami kerusakan dan berlubang, sementara cat dinding tampak kusam serta mengelupas. Kondisi tersebut diperparah dengan genangan banjir rob yang kerap masuk hingga ke dalam ruang kelas saat hujan deras maupun air laut pasang.

Situasi itu membuat proses belajar mengajar sering terganggu. Bahkan, siswa terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah demi menjaga keselamatan mereka.

Ironisnya, kondisi sekolah yang memprihatinkan ini terjadi di tengah telah dikucurkannya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2024 hingga 2025.

Muncul pertanyaan besar dari masyarakat terkait penggunaan anggaran tersebut, khususnya dalam hal pemeliharaan dan perawatan fasilitas sekolah.

Warga menilai kerusakan bangunan yang sudah sangat parah menunjukkan minimnya perbaikan yang dilakukan selama ini.

Sorotan juga mengarah kepada lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang terhadap penggunaan anggaran pendidikan di sekolah tersebut.

Casman, yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga sekolah sekaligus operator, mengungkapkan kondisi menyedihkan yang dialami para siswa.

Menurutnya, ketika banjir rob datang, air bisa masuk hingga setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi ruang kelas.

“Gedung ini sudah sangat parah. Kalau hujan atau rob, air masuk ke ruang kelas sampai lutut. Anak-anak akhirnya belajar daring dari rumah masing-masing supaya tetap bisa mengikuti pelajaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, para siswa sebenarnya sangat membutuhkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Namun kondisi bangunan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius.

Casman juga mengapresiasi upaya Kepala Sekolah Pelaksana Tugas (PLT), Toriq, yang terus berusaha membersihkan lingkungan sekolah agar tetap bisa digunakan.

Meski demikian, keterbatasan anggaran dan kondisi bangunan yang rusak berat membuat upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan utama.

“Kepala sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga lingkungan tetap bersih, tapi bangunan ini memang sudah rusak total dan perlu pembangunan menyeluruh,” katanya.

Kondisi SDN Sadari II kini memantik perhatian publik dan media. Desakan audit penggunaan Dana BOS tahun 2024–2025 pun mulai menguat.

Masyarakat meminta Disdikpora Kabupaten Karawang bersama Inspektorat segera melakukan pemeriksaan mendalam terkait penggunaan dana pendidikan di sekolah tersebut.

Audit dianggap penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara yang seharusnya diprioritaskan demi kenyamanan dan keselamatan peserta didik.

Selain audit, pemerintah daerah juga didorong untuk segera mengalokasikan anggaran pembangunan total terhadap gedung sekolah yang rusak.

Tidak hanya ruang kelas, perbaikan halaman sekolah dan saluran drainase juga dinilai mendesak agar banjir rob tidak terus mengganggu aktivitas belajar siswa.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera turun tangan sebelum kondisi bangunan semakin membahayakan keselamatan anak-anak maupun tenaga pendidik.

Mereka menilai pendidikan merupakan hak dasar yang harus dijamin negara, termasuk menyediakan fasilitas belajar yang layak dan aman.

Kondisi SDN Sadari II menjadi potret nyata masih adanya persoalan infrastruktur pendidikan di sejumlah wilayah pesisir Karawang yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Jika tidak segera ditangani, generasi muda di daerah tersebut dikhawatirkan semakin tertinggal akibat fasilitas pendidikan yang jauh dari memadai.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait pengelolaan Dana BOS sekaligus memastikan masa depan pendidikan anak-anak di SDN Sadari II tetap terjaga. (Ahmad Saleh)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.