CIREBON, alexanews.id – Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah truk kontainer terjadi di ruas jalur utama Pantura, tepatnya di Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Senin. Insiden tersebut diduga dipicu karena pengemudi mengalami kantuk saat mengemudi sehingga kendaraan hilang kendali dan terguling di badan jalan.

Truk kontainer bernomor polisi B 9828 UIZ itu diketahui tengah melaju dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah. Namun saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan besar tersebut mendadak oleng ke sisi kanan jalan sebelum akhirnya menghantam trotoar pembatas jalan dengan keras.

Benturan keras membuat truk kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling dan menutup sebagian jalur Pantura. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Jawa sempat mengalami kepadatan cukup panjang.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, AKP Mei Hadi Kusuma mengatakan dugaan sementara kecelakaan dipicu kondisi pengemudi yang mengantuk saat mengemudikan kendaraan berat tersebut.

“Diduga pengemudi mengantuk sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya. Truk kemudian oleng ke kanan, menabrak trotoar pembatas jalan hingga akhirnya terguling,” ujar AKP Mei Hadi Kusuma.

Akibat benturan keras dengan pembatas jalan, kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah terutama di bagian depan kabin. Bagian kepala truk tampak ringsek berat setelah menghantam trotoar sebelum badan kendaraan roboh ke sisi jalan.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung mendatangi tempat kejadian untuk memberikan pertolongan. Pengemudi truk yang mengalami luka-luka kemudian dievakuasi bersama petugas kepolisian yang datang beberapa saat setelah kecelakaan terjadi.

Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon guna mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga kini kondisi korban masih dalam penanganan tim medis.

Sementara itu, petugas Satlantas Polresta Cirebon segera melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian untuk mengurai kepadatan kendaraan yang sempat mengular. Sistem buka-tutup jalan diberlakukan selama proses evakuasi truk berlangsung.

Petugas juga mendatangkan kendaraan derek guna mengevakuasi bangkai truk kontainer yang terguling di badan jalan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran kendaraan yang besar dan posisi truk yang menutup sebagian jalur utama Pantura.

Kecelakaan tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi tubuh saat berkendara, khususnya bagi pengemudi angkutan barang jarak jauh yang kerap menempuh perjalanan dalam waktu lama.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengendara untuk tidak memaksakan diri mengemudi apabila kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk. Pengemudi diminta memanfaatkan rest area maupun tempat istirahat terdekat demi menghindari kecelakaan fatal di jalan raya.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika lelah atau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Jalur Pantura sendiri dikenal sebagai salah satu jalur padat kendaraan logistik dan angkutan berat yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa. Tingginya mobilitas kendaraan membuat pengemudi dituntut tetap fokus dan menjaga stamina selama perjalanan.

Beruntung dalam insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian materi diperkirakan cukup besar akibat kerusakan parah pada kendaraan serta terganggunya arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tunggal tersebut, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan memastikan penyebab utama kecelakaan. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.