CIREBON, alexanews.id – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur pantura Kabupaten Cirebon yang melibatkan sebuah truk tronton Mitsubishi Fuso. Kendaraan besar tersebut diduga kehilangan kendali hingga oleng ke kiri dan menghantam sebuah warung di pinggir jalan. Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Insiden maut tersebut terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, tepatnya di jalan umum dari arah Susukan menuju Arjawinangun, Desa Junjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar karena suara benturan keras terdengar saat truk menghantam bangunan warung yang saat itu sedang ramai aktivitas pembeli.

Kronologi Kejadian Truk Tronton Oleng

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula ketika truk tronton Mitsubishi Fuso bernomor polisi B-9485-FO melaju dari arah Arjawinangun menuju Palimanan.

Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan besar tersebut tiba-tiba mengalami kehilangan kendali. Truk kemudian oleng ke arah kiri sebelum akhirnya keluar jalur dan menghantam bangunan warung yang berada tepat di sisi jalan pantura.

Kasat Lantas Polresta Cirebon AKP Yudha Satyio Raharjo menjelaskan bahwa pada saat kejadian, terdapat tiga orang yang sedang berada di dalam warung tersebut.

“Truk tiba-tiba tidak terkendali dan oleng ke kiri hingga menabrak warung. Saat itu ada tiga orang di dalam warung,” ujarnya dalam keterangan yang dihimpun.

Benturan keras tersebut membuat bangunan warung hancur di bagian depan, sementara bagian depan truk juga mengalami kerusakan cukup parah akibat tabrakan.

Satu Korban Tewas, Dua Luka-Luka

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban merupakan pemilik warung yang sedang berada di dalam bangunan saat insiden terjadi.

Sementara dua orang lainnya yang merupakan pembeli mengalami luka-luka dan segera mendapatkan pertolongan dari warga sekitar serta petugas yang datang ke lokasi.

Adapun rincian korban dalam peristiwa ini sebagai berikut:

Korban meninggal dunia: K.W (58), pemilik warung, warga Desa Citikur, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan

Korban luka-luka: A.S (49), warga Desa Bayalangu Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon

Korban luka-luka lainnya: T (30), warga Desa Junjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon

Ketiga korban langsung dievakuasi ke RSUD Arjawinangun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selain itu, korban meninggal juga dilakukan visum oleh pihak rumah sakit.

Sopir Truk Masih Diperiksa

Pengemudi truk tronton yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diketahui berinisial R.D.S (25), warga Desa Taman Sari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir untuk mengetahui penyebab pasti hilangnya kendali kendaraan besar tersebut. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat faktor teknis atau kondisi jalan, namun penyelidikan masih terus dilakukan.

Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Cirebon telah menangani kasus ini untuk mendalami kronologi lengkap serta faktor penyebab kecelakaan.

Warga Panik, Warung Hancur Parah

Pasca kejadian, suasana di lokasi langsung dipenuhi warga yang datang untuk membantu proses evakuasi. Kondisi warung yang hancur membuat proses penyelamatan korban berlangsung cukup dramatis.

Bagian depan warung terlihat rata dengan tanah akibat kerasnya benturan truk. Sementara kendaraan truk juga mengalami kerusakan berat di bagian depan.

Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara dentuman keras sebelum akhirnya melihat truk sudah menghantam bangunan warung.

Jalur Pantura Kembali Makan Korban

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan di jalur pantura Cirebon yang dikenal padat kendaraan, termasuk kendaraan berat seperti truk tronton dan bus antar kota.

Kondisi lalu lintas yang ramai, ditambah kecepatan kendaraan besar, sering kali menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan serius di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi kendaraan besar untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di kawasan padat penduduk dan area dengan aktivitas masyarakat tinggi di pinggir jalan.

Proses Penyelidikan Masih Berlanjut

Hingga saat ini, kasus kecelakaan truk tronton di Arjawinangun masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Satlantas Polresta Cirebon.

Petugas masih mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian serta melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan untuk memastikan apakah terdapat faktor teknis seperti rem blong atau kerusakan mesin.

Polisi menegaskan bahwa hasil akhir penyelidikan akan menentukan penyebab utama kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa tersebut. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.