KARAWANG, alexanews.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 di SMP Negeri 1 Telagasari, Kabupaten Karawang, resmi berakhir dengan capaian yang menggembirakan. Seluruh kuota peserta didik baru yang disediakan sekolah berhasil terisi penuh melalui tiga tahapan seleksi yang telah berlangsung sesuai ketentuan pemerintah.
SMPN 1 Telagasari menjadi salah satu sekolah yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Tingginya minat calon peserta didik membuat proses seleksi berlangsung cukup kompetitif, terutama pada sejumlah jalur penerimaan yang memiliki keterbatasan kuota.
Ketua SPMB SMPN 1 Telagasari, Nani Kurniasih, M.Pd., mewakili Kepala SMPN 1 Telagasari Drs. H. Uus Sugiana, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah tahun ini membuka sebanyak 11 rombongan belajar (rombel).
Setiap rombel diisi maksimal 45 siswa sehingga total daya tampung yang tersedia mencapai 495 peserta didik baru.
“Untuk kuota kami satu rombelnya 45 siswa, kemudian ada 11 rombel, sehingga total keseluruhan menjadi 495 siswa,” ujar Nani, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, proses penerimaan dilakukan melalui tiga gelombang yang masing-masing memiliki jalur dan kuota berbeda sesuai regulasi yang berlaku.
Pada gelombang pertama, sekolah membuka beberapa jalur penerimaan khusus. Jalur anak guru mendapatkan alokasi 3 persen atau sebanyak 15 siswa. Sementara itu, jalur disabilitas fisik memperoleh kuota 5 persen atau 24 siswa.
Selain itu terdapat jalur Keluarga Masyarakat Penerima Manfaat (KMPM) dengan alokasi 15 persen atau sebanyak 74 siswa. Jalur prestasi kejuaraan mendapatkan porsi 13 persen atau 64 siswa, sedangkan jalur prestasi penghargaan memperoleh kuota 2 persen atau sebanyak 10 siswa.
Memasuki gelombang kedua, penerimaan siswa dilakukan melalui jalur mutasi luar kabupaten sebesar 2 persen atau 10 siswa. Kemudian jalur domisili kewilayahan mendapat porsi terbesar yakni 40 persen atau 198 siswa.
Adapun jalur domisili berdasarkan jarak memperoleh alokasi 10 persen atau sebanyak 50 siswa.
Tahap terakhir berlangsung pada gelombang ketiga melalui jalur akademik berdasarkan nilai rapor. Awalnya kuota yang tersedia pada jalur ini sebanyak 50 siswa.
Namun dalam pelaksanaannya terdapat sisa kuota dari jalur lain yang tidak terisi secara maksimal. Dari jalur prestasi kejuaraan masih tersisa 20 kursi, sementara jalur prestasi penghargaan menyisakan satu kursi.
Sisa kuota tersebut kemudian dialihkan ke jalur nilai rapor sehingga jumlah penerimaan pada tahap akademik bertambah menjadi 71 siswa.
“Dari jalur prestasi kejuaraan masih ada sisa kuota 20 siswa dan dari prestasi penghargaan tersisa satu siswa. Total 21 kuota tersebut kemudian dialihkan ke jalur akademik nilai rapor sehingga kuotanya menjadi 71 siswa,” jelasnya.
Dengan selesainya seluruh tahapan seleksi, SMPN 1 Telagasari memastikan seluruh kursi yang tersedia telah terisi penuh. Kondisi ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang selama ini dikenal memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
Nani mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pendaftar menjadi tantangan tersendiri bagi panitia karena harus melakukan seleksi secara objektif dan transparan.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi motivasi bagi sekolah untuk mendapatkan peserta didik terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama sekolah melalui berbagai prestasi.
“Kami berharap siswa yang diterima di SMPN 1 Telagasari benar-benar menjadi bibit unggul yang mampu berkembang dan membawa nama baik sekolah di masa mendatang,” katanya.
Untuk menjaga kualitas jalur prestasi, pihak sekolah tidak hanya melakukan pemeriksaan dokumen administrasi secara daring. Calon peserta didik juga diwajibkan hadir bersama orang tua untuk mengikuti proses verifikasi langsung.
Dalam tahapan tersebut, panitia melakukan tes kemampuan dasar sesuai bidang prestasi yang dimiliki calon siswa. Langkah ini dilakukan agar prestasi yang diajukan benar-benar sesuai dengan kemampuan peserta.
“Jadi bukan hanya mengunggah piagam atau dokumen saja, tetapi kami juga melihat langsung kemampuan anak sesuai bidang prestasinya,” tambah Nani.
Menurutnya, metode tersebut menjadi salah satu upaya sekolah menjaga kualitas peserta didik yang masuk melalui jalur prestasi sekaligus memastikan proses seleksi berlangsung adil dan transparan.
Di akhir penyampaiannya, Nani memberikan pesan kepada seluruh calon peserta didik, baik yang berhasil diterima maupun yang belum mendapatkan kesempatan belajar di SMPN 1 Telagasari.
Bagi siswa yang diterima, ia berharap agar semangat belajar terus dipertahankan sejak awal masuk sekolah. Mereka juga diharapkan mampu menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi.
Sementara bagi siswa yang belum lolos seleksi, Nani mengingatkan agar tidak berkecil hati karena keberhasilan tidak ditentukan oleh sekolah tempat seseorang menimba ilmu.
Menurutnya, faktor yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan diri, serta menjaga semangat dalam meraih cita-cita.
“Sekolah di mana pun sebenarnya sama. Yang paling menentukan adalah kemauan diri sendiri untuk terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Yopie Iskandar)










