KARAWANG, alexanews.id – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 2 Karawang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, MPLS kali ini akan menghadirkan nuansa budaya Sunda yang kental dengan mengangkat nilai-nilai Pancawaluya sebagai tema utama kegiatan.
Konsep tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan karakter positif, kecintaan terhadap budaya daerah, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak hari pertama masuk sekolah.
Ketua OSIS SMAN 2 Karawang, Fahri, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan bersama pengurus organisasi siswa dan ekstrakurikuler. Sejumlah agenda dan konsep kegiatan pun mulai disusun agar MPLS tahun ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi siswa baru.
“Persiapan sejauh ini sudah dilakukan bersama ketua dan wakil organisasi serta ekskul untuk menyiapkan berbagai penampilan. Kami juga mulai menyusun konsep kegiatan, nama gugus, dan berbagai aktivitas yang akan dilaksanakan selama MPLS,” kata Fahri, Senin (30/6/2026).
Dalam pelaksanaannya nanti, siswa baru akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Mulai dari pengenalan guru mata pelajaran, pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler, hingga pembuatan proyek kreatif berupa video vlog yang mendokumentasikan pengalaman selama mengikuti MPLS.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan kegiatan pembuatan mading bertema “Buana Geografi Sunda”. Setiap gugus akan diberi nama yang terinspirasi dari unsur alam maupun wilayah yang ada di tanah Sunda.
Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Karawang, Karin, menjelaskan setiap kelompok nantinya akan mencari informasi mengenai nama gugus yang mereka dapatkan, lalu menyajikannya dalam bentuk mading kreatif.
“Misalnya gugus Pananjung, mereka harus mencari tahu apa itu Pananjung, bagaimana sejarahnya, serta berbagai fakta menarik yang berkaitan dengan nama tersebut,” jelas Karin.
Selain mading, siswa baru juga akan dikenalkan dengan berbagai organisasi dan ekstrakurikuler melalui kegiatan penampilan atau demonstrasi yang dilakukan secara interaktif di lingkungan sekolah.
Menurut Karin, kegiatan tersebut bertujuan agar peserta didik baru dapat mengenali berbagai wadah pengembangan minat dan bakat yang tersedia di SMAN 2 Karawang.
MPLS juga akan menghadirkan sejumlah materi dari berbagai narasumber, mulai dari kepolisian hingga guru-guru SMAN 2 Karawang. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta berbagai nilai positif yang dibutuhkan siswa selama menjalani pendidikan.
Karin mengatakan konsep budaya Sunda dipilih karena terinspirasi oleh semangat pelestarian budaya yang saat ini terus digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nilai Pancawaluya dianggap relevan untuk membentuk karakter peserta didik yang sehat, baik, cerdas, tangguh, dan berakhlak.
“Konsep ini terinspirasi dari semangat pelestarian budaya Sunda yang terus diangkat oleh pemerintah daerah. Nilai Pancawaluya sangat dekat dengan pembentukan karakter siswa,” ujarnya.
Selain fokus pada pendidikan karakter dan budaya, MPLS 2026 juga membawa misi kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta didik baru akan diajak mengikuti aksi ekologis berupa pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari edukasi lingkungan hidup.
Melalui kegiatan tersebut, OSIS berharap para siswa baru dapat membangun kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.
Fahri berharap setelah mengikuti MPLS, para siswa baru mampu menerapkan nilai-nilai Pancawaluya dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal.
“Harapannya setelah MPLS selesai, siswa baru dapat membiasakan diri menjaga lingkungan, melestarikan alam, serta ikut menjaga budaya Sunda,” ungkapnya.
Sementara itu, Karin berharap seluruh rangkaian persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan lancar hingga hari pelaksanaan.
“Semangat terus untuk seluruh panitia. Persiapannya memang harus maksimal. Semoga sampai hari pelaksanaan semua berjalan lancar tanpa hambatan,” katanya.
OSIS SMAN 2 Karawang berharap MPLS 2026 menjadi momentum bagi siswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, menemukan minat dan bakatnya, serta terdorong aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah. (Yopie Iskandar)










