CIREBON — Desa Cikancas, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, berubah menjadi lautan warga saat Semarak Pesta Rakyat digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-76 Desa Cikancas.
Selama beberapa hari, masyarakat disuguhi berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, perlombaan khas Agustusan, karnaval budaya, hiburan musik, hingga pentas seni tradisional.
Bukan sekadar pesta, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat semangat persatuan.
Puncak kemeriahan terlihat saat Karnaval Budaya Desa Cikancas digelar pada Sabtu (22/8/2026).
Sejak pagi, ribuan warga dari berbagai blok tumpah ruah mengikuti maupun menyaksikan iring-iringan karnaval.
Kreativitas warga terlihat dari beragam kostum, atraksi dan penampilan yang ditampilkan masing-masing blok.
Karnaval tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat. Warga dari berbagai usia ikut ambil bagian dan saling memberikan dukungan.
Suasana pun berlangsung meriah. Jalan-jalan desa dipenuhi warga yang ingin menyaksikan kreativitas masyarakat Cikancas.
Masyarakat kembali berkumpul menikmati panggung hiburan yang menghadirkan Lola Bandha KDI bersama sejumlah artis lainnya dengan iringan Pandawa Lima Music Entertainment.
Penampilan tersebut menjadi salah satu hiburan utama dalam rangkaian Semarak Pesta Rakyat.
Warga pun menikmati malam perayaan dengan suasana penuh kegembiraan setelah sebelumnya mengikuti berbagai kegiatan sejak pagi.
Rangkaian perayaan kembali berlanjut pada Rabu (26/8/2026), bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-76 Desa Cikancas.
Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam leluhur dan para pendiri Desa Cikancas.
Ziarah menjadi pengingat bagi masyarakat akan sejarah panjang desa sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar bagi kehidupan masyarakat Cikancas.
Setelah ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran dan doa bersama.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pentas seni tradisional Jaipongan.
Kehadiran seni tradisional tersebut menjadi pesan bahwa modernisasi dan hiburan kekinian tetap bisa berjalan beriringan dengan upaya menjaga budaya lokal.
Kuwu Desa Cikancas, Yayan Tony Heryanto, A.Md., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan bukan hanya untuk mencari kemeriahan.
Menurutnya, pesta rakyat harus menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu mencintai tanah air dan desanya. Saya tidak ingin masyarakat terpecah belah,” ujar Yayan.
Ia juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh masyarakat Cikancas.
“NKRI Harga Mati, Desa Cikancas Harga Mati!” tegasnya.
Yayan turut mengapresiasi Karang Taruna Suara Remaja sebagai panitia, lembaga desa, perangkat desa, ketua RT/RW serta seluruh masyarakat dan pihak yang ikut menyukseskan kegiatan.
Ketua Karang Taruna Suara Remaja Desa Cikancas, Suara Mahardika, S.Pd., Gr., didampingi Ketua Panitia, Ferry Purnama Iswara, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang menjadi ruang silaturahmi masyarakat.
“Kami ingin seluruh masyarakat terus menjaga persatuan,” kata Suara Mahardika.
Ia menilai kekompakan warga merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan desa.
“Kami ingin Desa Cikancas menjadi barometer bagi desa-desa lainnya,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh warga mempertahankan kekompakan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Cikancas.
“Kita tunjukkan masyarakat Desa Cikancas kompak dan bersatu!” tegasnya.
Semarak Pesta Rakyat Desa Cikancas akhirnya menjadi perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan dan sejarah.
Dari perlombaan olahraga dan permainan rakyat, Karnaval Budaya, hiburan Lola KDI, hingga ziarah leluhur dan pentas Jaipongan, seluruh rangkaian kegiatan memperlihatkan bagaimana masyarakat desa merayakan kemerdekaan sekaligus menjaga identitasnya.
Di tengah perubahan zaman, Cikancas menunjukkan bahwa pesta rakyat bukan sekadar soal panggung dan hiburan.
Ada gotong royong yang dirawat, budaya yang dijaga, sejarah yang dihormati, dan persatuan yang harus tetap berdiri. (Kirno)










