KARAWANG – Di tengah derasnya arus budaya global dan perkembangan teknologi digital, Perkumpulan Seluruh Pendeta Indonesia Raya (PSPI-R) Kabupaten Karawang mengambil langkah nyata untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara kepada generasi muda.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Gebyar Budaya PSPI-R Kabupaten Karawang 2026 yang digelar pada 29–30 Agustus 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gebyar Budaya diisi berbagai kegiatan seni, di antaranya fashion show berbasis budaya dan tari Nusantara. Pesertanya merupakan pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA dari sekolah negeri, swasta maupun madrasah.
Ketua Umum PSPI-R Karawang, Pdt. Christanly Supit, mengatakan kegiatan tersebut digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap semakin kuatnya pengaruh budaya asing di kalangan generasi muda.
Menurutnya, perkembangan gadget dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi dan budaya dari luar negeri.
Karena itu, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pengenalan terhadap budaya lokal dan kekayaan budaya Nusantara.
“Momentum kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi momentum yang tepat bagi kita semua untuk melestarikan budaya lokal dan budaya Nusantara,” ujar Christanly, Sabtu (29/8/2026).
Ia berharap Gebyar Budaya tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman positif sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas budaya bangsa.
“Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal budaya luar daripada budaya bangsanya sendiri. Budaya Indonesia sangat kaya dan harus terus diperkenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Pelaksanaan Gebyar Budaya PSPI-R Karawang juga mendapat dukungan dan kolaborasi dari sejumlah unsur pemerintah, di antaranya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Karawang, unsur kebudayaan dan pariwisata tingkat provinsi, serta Kesra Kabupaten Karawang.
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Budaya PSPI-R, Pdt. Yanes Lantu, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
Menurut Yanes, seni dan budaya mempunyai peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman Indonesia.
“Dari perbedaan suku, ras dan agama, kita bisa dipersatukan melalui kegiatan seni dan budaya,” kata Yanes.
Antusiasme peserta pun terlihat sejak rangkaian lomba dimulai. Para pelajar tampil percaya diri mengenakan busana bernuansa budaya serta menampilkan berbagai kreasi seni yang mengangkat kekayaan Nusantara.
Gebyar Budaya PSPI-R Karawang 2026 akhirnya bukan sekadar panggung untuk mencari juara. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk tampil, berkarya sekaligus mengenal lebih dekat identitas budaya bangsa.
Sebab budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Budaya adalah identitas yang harus dirawat hari ini agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Yopie Iskandar)










