CIREBON — Musim kemarau biasanya identik dengan kekeringan dan menyusutnya sumber air. Namun, kondisi berbeda terlihat di Embung Wanakaya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Debit air yang menyusut hingga membuat dasar embung mengering justru menghadirkan pemandangan tak biasa.
Hamparan rumput hijau tumbuh memenuhi dasar embung dan membuat kawasan tersebut berubah menjadi destinasi wisata dadakan.
Pemandangan unik itu menarik perhatian warga. Bahkan, foto dan video lanskap hijau dasar embung beredar di media sosial hingga membuat masyarakat penasaran untuk datang langsung.
Menjelang sore, terutama saat matahari mulai condong ke ufuk barat, ratusan warga terlihat berdatangan.
Mereka memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai bersama keluarga, berswafoto, hingga mengajak anak-anak bermain.
Tri (35), warga asal Panguragan, mengaku sengaja datang karena penasaran setelah melihat ramainya warga yang mengunjungi lokasi.
“Saya ke sini lagi main aja sama anak-anak, soalnya ramai banget. Cuma sekadar lihat rumput yang menghijau. Ini kan pas musim kemarau di embung keluar rumput yang hijau, bagus banget,” ujar Tri saat ditemui di lokasi, Jumat sore (28/8/2026).
Yang menarik, di sejumlah bagian dasar embung masih terlihat retakan tanah akibat kemarau. Perpaduan tanah kering yang retak dengan hamparan rumput hijau justru menciptakan panorama unik yang menjadi incaran pengunjung untuk berfoto.
Tanpa perlu membayar tiket masuk, warga bisa menikmati suasana sore di kawasan embung. Tak sedikit pengunjung yang datang hanya untuk mendapatkan latar foto berbeda sekaligus menikmati suasana menjelang sunset.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan kondisi alam dapat menghadirkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Meski demikian, keberadaan pengunjung di dasar embung tetap perlu memperhatikan keselamatan. Kondisi tanah yang mengering, retak, maupun kemungkinan kembali terisinya air perlu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang membawa anak-anak.
Jika kemarau masih berlangsung, lanskap hijau tersebut diperkirakan tetap menjadi magnet bagi warga.
Namun, ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan Embung Wanakaya kembali terisi air, “wisata dadakan” ini pun diperkirakan akan ikut menghilang. (Kirno)










