KARAWANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMP Negeri 3 Karawang Barat. Kelompok tari sekolah tersebut sukses meraih Juara 1 Lomba Tari Nusantara Tingkat SMP dalam ajang Gebyar PSPI-R Karawang 2026.
Yang membuat prestasi ini semakin menarik, kemenangan tersebut diraih dengan persiapan yang sangat singkat. Para siswa hanya menjalani latihan intensif sekitar empat hari sebelum tampil di hadapan dewan juri.
Hasil tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Terlebih, ekstrakurikuler tari SMPN 3 Karawang Barat sebelumnya juga telah mengoleksi sejumlah prestasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional.
Kepala SMPN 3 Karawang Barat, Hermawan, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih anak didiknya.
Menurutnya, berbagai perlombaan yang diikuti siswa bukan semata-mata untuk mengejar piala. Lebih dari itu, pengalaman dan prestasi yang diraih dapat menjadi bekal bagi siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
“Yang terpenting nanti semoga di tingkat provinsi juga juara. Kalau bisa sampai nasional, sehingga prestasi anak-anak ini bisa bermanfaat untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Hermawan.
Ia menegaskan, pihak sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi masing-masing, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Bahkan, sejumlah siswa SMPN 3 Karawang Barat disebut pernah mengukir prestasi hingga tingkat Asia Tenggara.
Sementara itu, Pelatih Tari SMPN 3 Karawang Barat, Ardi Lukito, S.Pd., mengungkapkan bahwa dirinya sempat pesimistis kelompok tari binaannya mampu menjadi juara pertama.
Pasalnya, waktu persiapan menghadapi Gebyar PSPI-R Karawang 2026 sangat terbatas, yakni hanya sekitar empat hari.
Meski demikian, para siswa tetap diarahkan untuk tampil maksimal tanpa dibebani target harus menjadi juara.
“Awalnya kita ragu. Persiapan hanya empat hari. Kepada anak-anak juga saya sampaikan, menang atau kalah itu biasa, yang penting sudah berusaha maksimal,” ungkap Ardi.
Di luar dugaan, perjuangan singkat tersebut justru berbuah manis. Ketika nama SMPN 3 Karawang Barat diumumkan sebagai juara pertama, suasana haru langsung pecah.
“Alhamdulillah ternyata juara satu. Anak-anak sampai menangis ketika pengumuman, tentunya sangat membanggakan,” katanya.
Prestasi ini sekaligus menambah panjang catatan keberhasilan ekstrakurikuler tari SMPN 3 Karawang Barat.
Dalam tiga tahun terakhir, kelompok tari sekolah tersebut tercatat pernah meraih Juara 1 FLS3N tingkat Kabupaten Karawang dan mewakili Karawang untuk berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Saat ini, ekstrakurikuler tari diikuti sekitar 80 siswa dari kelas VII hingga IX. Latihan rutin dilaksanakan satu kali dalam sepekan.
Namun, ketika menghadapi perlombaan atau agenda khusus, intensitas latihan bisa ditingkatkan menjadi tiga hingga empat hari berturut-turut.
Ardi berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada piala dan penghargaan. Ia ingin para siswa terus mengembangkan kemampuan hingga nantinya tidak hanya menjadi penari, tetapi juga mampu menjadi pelatih atau guru seni tari.
Kebahagiaan juga dirasakan salah satu anggota kelompok tari, Kayla Nur Azizah, siswi kelas 8A.
Kayla mengaku sempat tidak yakin kelompoknya mampu menjadi juara pertama. Sebagai kelompok yang masih tergolong baru, rasa gugup dan kekhawatiran melakukan kesalahan teknis sempat menghantui mereka.
Bahkan, setelah pengumuman juara kedua, Kayla dan rekan-rekannya merasa peluang untuk menjadi juara pertama hampir tertutup.
Namun, semua berubah ketika nama SMPN 3 Karawang Barat akhirnya disebut sebagai Juara 1.
“Alhamdulillah kita menang. Semuanya sedih, kaget, tapi juga bangga,” kata Kayla.
Menariknya, Kayla mengaku sebelumnya lebih menyukai dunia tarik suara. Karena belum memiliki kesempatan mengikuti les menyanyi, sang ibu kemudian mengarahkannya untuk mengikuti kegiatan tari di sekolah.
Dari situlah ketertarikannya terhadap seni tari mulai tumbuh. Kini, Kayla bahkan memiliki cita-cita menjadi penari profesional.
Prestasi SMPN 3 Karawang Barat di Gebyar PSPI-R Karawang 2026 menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukan selalu menjadi penghalang untuk berprestasi.
Dengan dukungan sekolah, pelatih, orang tua, serta kerja keras para siswa, bakat dan potensi generasi muda dapat terus berkembang dan membawa nama sekolah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. (Yopie Iskandar)










