KARAWANG, Alexanews.id – Sebuah eskavator yang terparkir di bahu Jalan Raya Batujaya, tepatnya di kawasan Tambun Wates Tetoang, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, diduga membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

Alat berat tersebut disebut tidak dilengkapi penerangan yang memadai, rambu peringatan maupun pembatas yang mudah terlihat oleh pengendara. Kondisi itu diduga berujung kecelakaan pada Jumat malam (11/9/2026).

Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan menabrak eskavator tersebut saat dalam perjalanan pulang. Akibat kejadian itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan cukup parah, sementara korban mengalami sakit akibat benturan.

Keluarga korban kemudian mendatangi lokasi setelah mendengar cerita langsung dari korban. Mereka mengaku terkejut melihat kondisi eskavator yang masih berada di bahu jalan dalam keadaan minim penerangan dan tanda keselamatan.

Bahkan, keluarga korban mengaku nyaris menyaksikan pengguna jalan lain mengalami kejadian serupa.

“Bapak saya hampir kehilangan nyawa karena menabrak beko yang gelap tanpa rambu. Motor yang dipakai untuk mencari nafkah rusak parah,” ujar keluarga korban.

Menurut keluarga korban, awalnya mereka sempat menduga kecelakaan terjadi karena faktor penglihatan korban. Namun, setelah mendengar penjelasan korban, mereka memilih mengecek langsung lokasi.

Hasilnya, mereka mengaku mendapati alat berat tersebut sulit terlihat dari jarak tertentu karena kondisi sekitar yang gelap.

“Kondisinya gelap dan sangat membahayakan. Saya susuri lokasi untuk memastikan memang beko terparkir di jalan dan tidak diberi tanda atau rambu,” ujarnya.

Keluarga korban juga menjelaskan, cahaya yang terlihat dalam video dokumentasi berasal dari lampu flash kamera. Tanpa bantuan flash, keberadaan alat berat tersebut dinilai semakin sulit diketahui pengendara.

Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan tanggung jawab pihak yang menempatkan atau mengawasi alat berat tersebut, terlebih lokasinya berada di sekitar badan atau bahu jalan yang setiap malam dilalui masyarakat.

Menurut keluarga korban, persoalannya bukan sekadar kerusakan kendaraan. Ada keselamatan manusia yang dipertaruhkan.

“Siapa korbannya? Bapak saya sendiri. Apa kerugiannya? Motor rusak parah dan orang tua saya mengalami sakit akibat benturan. Saya bersuara bukan hanya untuk keluarga saya, tapi supaya jangan sampai ada korban berikutnya,” tegasnya.

Keluarga korban berharap pihak pengawas pekerjaan maupun instansi terkait segera turun mengecek kondisi tersebut dan memastikan alat berat yang berada di sekitar jalan dilengkapi lampu penerangan, rambu peringatan, pembatas atau tanda keselamatan yang jelas.

Sebab, jalan raya bukan ruang milik satu pihak. Ketika sebuah alat berat ditempatkan di dekat jalur pengguna jalan, maka aspek keselamatan semestinya tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan.

Jangan sampai rambu baru dipasang setelah korban berjatuhan. (Lan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.