CIREBON – Gudang jamur seluas sekitar 120 meter persegi milik Hj. Uun Suni di Jalan Ki Ageng Tepak, Pasar Minggu, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, ludes terbakar, Senin (7/9/2026) siang.

Kebakaran dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon sekitar pukul 14.15 WIB. Petugas Damkar Sektor Palimanan langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.23 WIB.

Informasi di lapangan menyebutkan, api diduga bermula dari pembakaran pohon pisang kering di area persawahan. Kobaran api kemudian merambat ke tumpukan kayu hingga akhirnya menyambar gudang jamur.

Api dengan cepat membesar dan membakar bangunan beserta sejumlah isinya, termasuk bibit jamur merang dan unit pendingin udara (AC).

Melihat kondisi api yang berpotensi merembet ke permukiman warga, Regu 2 Damkar Sektor Palimanan kemudian meminta bantuan dari Damkar Sektor Weru.

Armada dari Sektor Weru tiba sekitar pukul 14.45 WIB untuk memperkuat proses pemadaman.

Namun, petugas menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit. Armada pemadam tidak dapat masuk langsung hingga titik kebakaran.

Petugas pun melakukan penanganan dari lokasi yang memungkinkan dengan dibantu Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil Gempol, serta warga sekitar.

Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.25 WIB. Proses pendinginan kemudian dilakukan hingga dinyatakan selesai pada pukul 15.51 WIB.

Penanganan kebakaran dipimpin langsung Kasie PPE bersama Dansek Palimanan dengan mengerahkan dua unit armada, masing-masing dari Sektor Palimanan dan Sektor Weru.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Dari total area sekitar 304 meter persegi, petugas berhasil menyelamatkan sekitar 184 meter persegi area dari kobaran api.

Sementara itu, kerugian materiel akibat kebakaran gudang, bibit jamur, AC dan sejumlah barang lainnya diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Setelah memastikan kondisi lokasi aman dan tidak terdapat potensi api susulan, seluruh personel Damkar kembali ke markas masing-masing.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran lahan atau sampah kering, terutama saat kondisi mudah terbakar. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.