CIREBON — Kabar duka datang dari pelayaran KM Cirebon Indah 5. Seorang Anak Buah Kapal (ABK), Sudirman Roba (33), ditemukan meninggal dunia saat kapal tengah berlayar di perairan utara Tegal, Jawa Tengah.
Jenazah korban kemudian dievakuasi setelah kapal kembali dan sandar di Dermaga Tambat Labuh PSDKP Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya personel Polsek KPC Polres Cirebon Kota, Satpolairud Polres Cirebon Kota, Ditpolairud Polda Jabar, Lanal Cirebon, Pos AL Gebang, serta Tim INAFIS.
Proses tersebut berada di bawah penanggung jawab langsung Kapolsek KPC Polres Cirebon Kota AKP Asep Sunaryo S., S.H.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban merupakan warga Desa Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Ia diduga meninggal dunia akibat sakit saat KM Cirebon Indah 5 dalam perjalanan menuju perairan Merauke untuk mencari ikan.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kejawanan Cirebon pada Jumat (28/8/2026). Kapal yang dinakhodai Sujono itu membawa 19 ABK dengan rencana masa layar hingga enam bulan.
Peristiwa diketahui pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB ketika kapal berada di perairan utara Tegal.
Saat itu, salah seorang ABK bernama Defis Kurniawan bermaksud membangunkan Sudirman di kamar belakang kapal untuk makan pagi. Namun, korban tidak memberikan respons.
Defis kemudian memanggil nakhoda dan ABK lainnya. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh nakhoda Sujono, korban diketahui sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh telah kaku.
Sebelum keberangkatan, kondisi kesehatan korban disebut sudah kurang baik. Sudirman bahkan dikabarkan kerap mengalami menggigil.
Nakhoda sempat melarang korban untuk ikut berlayar karena kondisi kesehatannya. Namun, korban tetap memilih berangkat karena ingin memenuhi kebutuhan ekonomi anak dan istrinya.
Setelah mengetahui korban meninggal dunia, nakhoda langsung menghubungi pihak pemilik kapal, Budi Hermanto alias Aciu.
Atas arahan pengelola kapal, KM Cirebon Indah 5 kemudian diminta memutar haluan dan kembali menuju Pelabuhan Kejawanan Cirebon.
Setibanya di kawasan muara pelabuhan pada Rabu pagi, kapal dijemput perahu nelayan setempat untuk dipandu menuju Dermaga Tambat Labuh PSDKP.
Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Gunung Jati Cirebon untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyidikan.
Kepolisian memastikan seluruh proses evakuasi berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Setelah seluruh prosedur medis selesai, jenazah korban akan diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke daerah asal dan dimakamkan. (Kirno)










