KARAWANG, Alexanews.id — Aliansi mahasiswa se-Kabupaten Karawang menyatakan akan turun aksi solidaritas bersama masyarakat Karawang Selatan pada Senin, 14 September 2026.
Aksi tersebut salah satunya menyoroti kondisi dan proses perbaikan Jalan Badami–Loji yang dinilai belum kunjung tuntas.
Jalan Badami–Loji menjadi salah satu akses strategis bagi masyarakat Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menuju pusat Kabupaten Karawang.
Jalur tersebut juga menjadi akses menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah Karawang Selatan.
Menurut aliansi mahasiswa, kondisi jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, sekolah, berdagang hingga mengakses fasilitas kesehatan.
Sebaliknya, kerusakan jalan dinilai dapat menghambat mobilitas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Mahasiswa menyoroti proses perbaikan jalan yang disebut telah dilakukan sejak awal 2026, namun hingga 28 Agustus 2026 masih belum sepenuhnya selesai.
Tak hanya itu, mereka juga mengeklaim sejumlah titik jalan yang baru selesai diperbaiki kembali mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.
Dalam pernyataannya, aliansi mahasiswa menduga salah satu faktor yang turut memengaruhi kerusakan jalan adalah aktivitas kendaraan berat milik PT Jui Shin Indonesia (JSI) yang melintasi jalur Badami–Loji.
Mahasiswa menyebut kendaraan tersebut membawa muatan dengan tonase sekitar 42 ton dan mempertanyakan kesesuaiannya dengan kemampuan beban jalan.
Mereka juga menyoroti dugaan persoalan Amdalalin terkait aktivitas armada pengangkut bahan baku dan hasil produksi yang melintasi jalur tersebut.
Namun, berbagai tudingan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak aliansi mahasiswa dan perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk PT Jui Shin Indonesia dan instansi berwenang.
Selain persoalan kerusakan, mahasiswa juga menyoroti sistem buka-tutup jalan selama proses pekerjaan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
Keberadaan kendaraan berat yang disebut berukuran besar dan membawa material yang berhamburan juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
Minimnya rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan turut menjadi perhatian karena dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Melalui aksi pada 14 September mendatang, Aliansi Mahasiswa se-Karawang menyatakan ingin menyuarakan aspirasi masyarakat Karawang Selatan sekaligus mendorong adanya perhatian dan solusi konkret terhadap persoalan Jalan Badami–Loji.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turun dan bersolidaritas bersama pada Senin, 14 September 2026 di Karawang Selatan,” demikian seruan aliansi mahasiswa dalam pernyataannya. (Lan)










