KARAWANG, Alexanews.id — Kekompakan unsur tiga pilar di Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan dari Ketua RW 004, Muhammad Karya.
Sebagai tokoh masyarakat sekaligus pengurus lingkungan, Muhammad Karya mempertanyakan bagaimana upaya menciptakan wilayah yang aman, tenteram, dan rukun dapat berjalan maksimal apabila sinergi di tingkat kelurahan dinilai belum menunjukkan kebersamaan.
Menurutnya, tiga pilar yang terdiri dari unsur kelurahan, kepolisian, dan TNI seharusnya menjadi fondasi sekaligus garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Tak hanya menjalankan tugas masing-masing, tiga pilar juga dinilai harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, termasuk para ketua RT dan RW.
“Tiga pilar itu seharusnya menjadi barometer dan sosok orang tua bagi kami semua. Mereka adalah pemimpin di wilayah yang harus bersatu padu dalam setiap kegiatan maupun ketika ada permasalahan di lingkungan,” ujar Muhammad Karya, Sabtu (12/9/2026).
Ia menilai, sinergi antarunsur perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kesan adanya sekat atau berjalan sendiri-sendiri.
Bahkan, Muhammad Karya secara terbuka mempertanyakan kondusivitas wilayah apabila unsur yang seharusnya menjadi contoh justru dinilai belum memperlihatkan kekompakan.
“Bagaimana mau wilayah kita aman, tenteram, dan rukun kalau tiga pilar di kelurahannya saja tidak bersatu? Jangankan untuk dicontoh dan ditiru oleh para ketua RT maupun RW, pemimpinnya saja seolah-olah tidak bisa bersatu, seperti air dan minyak,” tegasnya.
Muhammad Karya menegaskan bahwa keberadaan tiga pilar bukan sekadar formalitas dalam struktur pemerintahan wilayah.
Menurutnya, ketiganya harus mampu mengayomi, merangkul dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Terlebih, berbagai persoalan lingkungan membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas unsur.
“Tiga pilar ini adalah fondasi dan garda terdepan di Kelurahan Karawang Wetan. Kalau mereka kompak dan bekerja sama, tentu RT dan RW juga akan lebih semangat dalam menjalankan tugas di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian seluruh pihak. Komunikasi dan koordinasi, kata dia, harus terus diperkuat sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh persoalan internal maupun perbedaan sikap antarunsur.
Bagi Muhammad Karya, keteladanan pemimpin menjadi hal penting dalam membangun lingkungan yang harmonis.
Sebab, menurutnya, masyarakat akan lebih mudah diajak menjaga persatuan apabila para pemimpinnya terlebih dahulu menunjukkan contoh kebersamaan.
“Jangan sampai masyarakat diminta kompak, sementara tiga pilar yang seharusnya menjadi contoh justru terkesan berjalan sendiri-sendiri,” pungkasnya. (Lan)










