CIREBON, Alexanews.id — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Cirebon (UIC) melalui aksi nyata penanaman mangrove.
Sebanyak 200 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Micil, Pesisir Grogol, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Minggu (13/9/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Satu Bibit Mangrove, Sejuta Manfaat” dengan semangat “Kolaborasi Kampus Universitas Islam Cirebon untuk Pesisir yang Lestari.”
Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari upaya bersama mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
Selain membantu mencegah abrasi, keberadaan mangrove juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta membantu mitigasi dampak perubahan iklim.
Gerakan tersebut digagas oleh mahasiswa KKN UIC yang berasal dari enam kelompok desa, yakni Desa Jatimerta, Kalisapu, Sirnabaya, Mayung, Babadan, dan Buyut.
Dosen UIC, Dr. Husnul Khotimah, M.Pd., mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan pesisir.
“Kegiatan bertema ‘Satu Bibit Mangrove, Sejuta Manfaat’ ini merupakan tindakan nyata yang sangat positif dari mahasiswa melalui bentuk kepedulian terhadap kawasan pesisir,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sofandi, S.Pd.I., M.M. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan Pantai Micil.
“Gerakan ini menunjukkan sinergi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat. Penanaman 200 bibit mangrove menjadi simbol utama kepedulian kita bersama terhadap ekosistem laut,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UIC berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Penanaman mangrove diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat agar ikut merawat dan menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Sebab, bagi lingkungan pesisir, satu bibit mangrove yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga pantai dari ancaman abrasi dan mewariskan ekosistem yang lebih lestari bagi generasi mendatang. (Kirno)










