KARAWANG, Alexanews.id – Aksi pembegalan kembali terjadi di jalur penghubung Sukasari–Kertamulya–Jayakerta, Kabupaten Karawang. Seorang penjual bakso bernama Ibu Omih, warga Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, mengaku menjadi korban perampasan oleh empat orang yang membawa senjata tajam jenis celurit.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, di kawasan Totoang–Cilutung. Korban saat itu tengah dalam perjalanan pulang setelah berjualan bakso di wilayah Jayakerta.
Menurut pengakuan korban, empat pelaku yang menggunakan dua sepeda motor memepet kendaraannya.
Dengan mengenakan masker dan membawa celurit, para pelaku kemudian menodong korban sebelum merampas sepeda motor Honda Scoopy dan uang hasil jualan sebesar Rp700.000.
“Saya dipepet empat pelaku menggunakan dua unit sepeda motor. Keempat pelaku mengenakan masker dan membawa senjata tajam celurit,” ungkap Ibu Omih.
Setelah merampas barang milik korban, para pelaku langsung melarikan diri. Ibu Omih pun ditinggalkan sendirian di jalan hingga akhirnya berjalan kaki sebelum dijemput suaminya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami trauma dan ketakutan. Ia bersama suaminya kemudian mendatangi Polsek Cibuaya untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
“Saya trauma dan takut atas kejadian kemarin. Saya berharap para pelaku segera ditangkap,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Unit Reskrim Polsek Cibuaya telah mendalami kasus tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara bersama petugas Trantib Desa Sukasari serta perwakilan Desa Kertamulya.
Kasus ini kembali menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan Sukasari–Kertamulya–Jayakerta, terutama pada malam hari.
Perampasan dengan ancaman senjata tajam bukan persoalan sepele. Selain kehilangan harta benda, korban juga menghadapi ancaman keselamatan jiwa dan dampak trauma.
Masyarakat berharap Polsek Cibuaya dan Polresta Karawang segera mengungkap kasus tersebut, menangkap para pelaku, serta meningkatkan patroli di jalur yang dinilai rawan oleh pengguna jalan.
Jangan sampai warga yang mencari nafkah hingga malam justru harus dihantui rasa takut saat perjalanan pulang. Keamanan jalan harus menjadi perhatian serius agar masyarakat dapat beraktivitas tanpa dibayangi ancaman kejahatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Cibuaya mengenai perkembangan penyelidikan maupun identitas terduga pelaku. (Ahmad Saleh)










