KARAWANG, Alexanews.id – Kapolsek Majalaya IPTU M. Budi Santoso, S.H., memberikan pembinaan dan edukasi kepada siswa SMPN 2 Majalaya terkait bahaya judi online, perundungan (bullying), tawuran antarpelajar, serta kenakalan remaja lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif sekaligus membangun karakter generasi muda.
Dalam pembinaannya, IPTU M. Budi Santoso mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh perilaku negatif yang dapat merusak masa depan. Terlebih, perkembangan teknologi saat ini membuat pelajar semakin rentan terpapar berbagai aktivitas negatif, termasuk judi online.
Ia juga menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru serta membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, orang tua dan guru memiliki peran penting dalam membimbing serta membantu anak ketika menghadapi persoalan.
“Para siswa harus menghormati, patuh, dan taat kepada orang tua serta guru. Sebab, ketika terjadi masalah, orang tua merupakan pihak pertama yang akan membantu dan hadir untuk anak-anaknya,” pesannya.
Kapolsek juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, mulai dari datang ke sekolah tepat waktu, mengerjakan pekerjaan rumah (PR) tanpa menunda-nunda, hingga menjalankan ibadah tepat waktu bagi siswa Muslim.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Majalaya, H. Epi Karyata, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Majalaya beserta jajaran yang telah memberikan pembinaan secara langsung kepada para siswa.
Menurutnya, kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan lintas instansi, khususnya dalam memberikan edukasi, membangun karakter, dan melindungi peserta didik dari berbagai pengaruh negatif.
“Terima kasih kepada Kapolsek Majalaya yang sudah hadir di SMPN 2 Majalaya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk kemitraan dengan lintas instansi, sehingga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa kami,” ungkap H. Epi Karyata.
Ia berharap pembinaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar para siswa semakin memahami pentingnya menjaga perilaku dan bertanggung jawab atas masa depan mereka.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan mampu menjauhi judi online, menolak segala bentuk bullying, tidak terlibat tawuran, serta membangun pergaulan yang sehat dan saling menghargai.
Sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah diharapkan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus melahirkan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi. (Yopie Iskandar)










