KARAWANG — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026, dinamika politik di sejumlah desa di Kabupaten Karawang mulai menghangat. Sejumlah tokoh masyarakat mulai menunjukkan kesiapannya untuk ikut meramaikan pesta demokrasi di tingkat desa.
Salah satunya datang dari Desa Kemiri. H. Yusup, yang akrab disapa Samyong, warga Dusun Sukajaya II, menyatakan siap maju dalam kontestasi Pilkades Desa Kemiri untuk periode 2026–2034.
H. Yusup mengatakan, keinginannya maju bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. Ia mengaku terdorong oleh keinginan untuk mengabdi dan ikut membawa perubahan positif bagi masyarakat Desa Kemiri.
Menurutnya, kepala desa harus mampu menjadi pemimpin sekaligus pelayan masyarakat. Kedekatan dengan warga, keterbukaan menerima aspirasi, serta kesediaan turun langsung ke lapangan dinilai menjadi hal penting dalam menjalankan pemerintahan desa.
Salah satu fokus yang ingin didorong H. Yusup adalah pembangunan Desa Kemiri yang lebih baik, maju dan bermartabat.
Ia menilai pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan pemuda serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
H. Yusup juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pemuda dan pemudi Desa Kemiri.
Menurutnya, generasi muda merupakan salah satu kekuatan penting dalam pembangunan desa. Karena itu, anak-anak muda perlu diberikan ruang untuk berkembang, berkarya dan berkontribusi secara positif.
“Niat saya adalah membangun Desa Kemiri agar menjadi lebih baik dan bermartabat. Saya juga ingin memperhatikan kesejahteraan para pemuda dan pemudi di Desa Kemiri. Yang paling utama, saya ingin menjadi pelayan masyarakat dan mengabdi kepada seluruh warga Kemiri,” ungkap H. Yusup.
Desa Kemiri sendiri memiliki wilayah yang terdiri dari empat kewakilan atau dusun dengan sekitar 32 RT. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan pola pelayanan pemerintahan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, H. Yusup ingin membangun pemerintahan desa yang lebih dekat dengan warga.
Baginya, kepala desa tidak cukup hanya menjalankan aktivitas dari balik meja kantor desa. Seorang kepala desa harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan, menerima kritik dan saran, serta berupaya mencari solusi atas berbagai persoalan warga.
Di tengah mulai munculnya sejumlah nama yang berpotensi ikut dalam Pilkades Desa Kemiri, H. Yusup mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana aman dan kondusif.
Ia menilai perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai membuat hubungan antarwarga menjadi renggang.
“Pilkades ini merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Siapapun pilihannya, setelah pelaksanaan Pilkades kita harus tetap bersatu sebagai warga Desa Kemiri. Tujuan kita sama, yaitu ingin melihat Desa Kemiri lebih maju, sejahtera dan bermartabat,” tuturnya.
Dengan munculnya nama H. Yusup alias Samyong, peta persaingan menuju Pilkades Desa Kemiri 2026 dipastikan bakal semakin menarik untuk diikuti.
Meski demikian, tahapan resmi Pilkades tetap menjadi acuan utama. Masyarakat pun kini mulai menanti siapa saja tokoh lain yang akan menyatakan diri dan ikut bersaing memperebutkan kepercayaan warga Desa Kemiri. (Asbel)










