JAKARTA, Alexanews.id – Pelajar Islam Indonesia (PII) meluncurkan program kemanusiaan “Rumah Aman” (Safe House) dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) PII sekaligus Hari Lahir (Harlah) PII Wati di Gedung Puspa Komdigi, Jakarta.

Program ini digagas oleh Madinatul Fadhilah, pakar hukum korporasi sekaligus pengusaha nasional.

Rumah Aman diharapkan menjadi ruang perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

Program tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PII Wati dan pihak Polda Metro Jaya.

Dalam prosesnya, Madinatul Fadhilah menjadi penghubung antara Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, Direktur Reserse PPA & PPO Polda Metro Jaya, dengan Melisa, Koordinator Pusat Korpus PII Wati.

Madinatul mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya PII menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Fokus utama kami adalah mentransformasi generasi muda menjadi aset bangsa yang produktif, adaptif, dan profesional menyongsong Indonesia Emas,” ujar Madinatul, Jumat (11/9/2026).

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.

Selain menggagas Rumah Aman, Madinatul juga menjalankan peran sebagai Ketua Dewan Pembina PB PII.

Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat langkah PII dalam membangun kerja sama dengan pemerintah, lembaga penegak hukum dan berbagai pihak lainnya. (Lan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.