KARAWANG, AlexanewsID — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, mulai berbenah menuju tahap operasional setelah ditunjuknya manajer koperasi.
Keberadaan KDMP Plawad diharapkan tidak hanya menjadi gerai pelayanan, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintahan kelurahan.
Lurah Plawad, Nabiyil Anzal Diaswara, S.Tr.IP., M.A., mengatakan KDMP Plawad merupakan bagian dari 49 gerai KDMP di Kabupaten Karawang yang dipersiapkan untuk segera menjalankan aktivitas operasional.
Menurutnya, dengan telah hadirnya manajer koperasi, proses pengelolaan KDMP diharapkan bisa segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan sudah datangnya manajer KDMP Plawad, kami berharap bisa memajukan perekonomian warga sekitar dan bersinergi dengan pemerintahan setempat,” ujar Nabiyil.
Sementara itu, Manajer KDMP Plawad, Hana, mengaku bersyukur mendapat amanah untuk mengelola koperasi tersebut. Ia berharap seluruh proses persiapan hingga operasional koperasi dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah saya diamanahkan untuk menjadi manajer Kopdes di Plawad. Saya berharap ke depannya semuanya berjalan dengan lancar, sukses untuk operasional gerainya dan sukses untuk perjalanan ke depannya,” kata Hana.
Hana menjelaskan, saat ini KDMP Plawad masih dalam tahap persiapan. Sejumlah sarana dan prasarana mulai dipasang, termasuk etalase serta berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang operasional.
Karena belum memasuki tahap operasional, pihaknya juga belum menetapkan program khusus yang akan langsung dijalankan untuk masyarakat.
Rencana program dan pengembangan koperasi akan dibahas setelah proses persiapan dan pelatihan selesai.
“Untuk saat ini karena belum ada operasional gerai, masih dalam proses pengisian sarana dan prasarana. Etalase baru dipasang, sementara perlengkapan lainnya masih dalam proses,” jelasnya.
Hana menambahkan, dirinya mendapat amanah sebagai manajer KDMP Plawad pada 1 Oktober 2026. Dalam waktu dekat, ia juga akan mengikuti pelatihan bersama pihak Agrinas sebagai bagian dari persiapan pengelolaan koperasi.
“Untuk program tersendiri nanti akan dibicarakan sekitar satu atau dua minggu lagi, karena kami juga masih ada pelatihan dengan pihak Agrinas di minggu pertama,” ungkapnya.
Hana juga menjelaskan bahwa keberadaan KDMP tidak hanya berkaitan dengan kegiatan simpan pinjam seperti yang selama ini banyak dipahami masyarakat.
Menurutnya, koperasi juga diarahkan untuk mendukung distribusi sejumlah barang kebutuhan dan barang subsidi kepada masyarakat.
“Sebenarnya mengacu kepada Perpres Bapak Presiden, salah satu fungsinya untuk menyalurkan distribusi barang-barang subsidi, seperti LPG, kemudian minyak,” tuturnya.
Meski demikian, rincian jenis barang maupun bentuk pelayanan yang nantinya tersedia di KDMP Plawad masih menunggu tahapan persiapan dan arahan lebih lanjut.
Hana berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap keberadaan KDMP Plawad. Sebab, menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
“Harapan saya semoga koperasinya berjalan lancar dan sukses. Semua warga bisa mendukung dengan baik dan suportif, karena ini dari pemerintah untuk desa dan untuk seluruh warga,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang terus dilakukan, KDMP Plawad diharapkan mampu berkembang menjadi wadah ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Kehadirannya diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian warga. (Yopie Iskandar)




