SERGAI, alexanews.id – Dugaan pencemaran terjadi di aliran Sungai Bahilang, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Warga mengeluhkan kondisi air yang berubah dan menyebabkan gatal-gatal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DLH) Sergai turun langsung ke lokasi pada Jumat (24/4/2026). Petugas melakukan pengecekan sekaligus pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Sergai, Boy R Sihombing, mengatakan sampel diambil dari beberapa titik di sepanjang aliran sungai.
“Hari ini kita lakukan pengambilan sampel air, selanjutnya menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.
Warga menduga pencemaran berasal dari limbah pabrik pengolahan karet (crumb rubber) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Kebun Gunung Para. Di lokasi, warga menunjukkan titik yang diduga menjadi tempat pembuangan limbah.
Salah seorang warga, NI, mengaku mengalami gatal-gatal sejak beberapa bulan terakhir. Ia bahkan terpaksa berhenti bekerja sebagai pencari pasir di sungai.
“Sudah lama gatal-gatal, kurang lebih enam bulan. Jadi tidak bisa lagi bekerja di sungai,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menyebut air sungai kini berbau menyengat dan membuat mual saat berada di sekitar lokasi.
Kepala Desa Dolok Merawan, Dedi Effendi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan warga sejak lama. Namun, ia mengaku sempat ragu menyampaikannya karena perusahaan yang diduga terkait merupakan milik negara.
“Laporan sudah lama ada, tapi memang sempat ragu karena ini perusahaan milik negara,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak manajemen PTPN III Kebun Gunung Para belum memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.
Warga berharap hasil uji laboratorium dapat diumumkan secara terbuka. Mereka juga meminta pemerintah bertindak tegas jika terbukti terjadi pencemaran. (Sutrisno)










