KARAWANG, Alexanews.id – Pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi pasang batu yang dikerjakan Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menuai sorotan.

Pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan terkesan dikerjakan asal jadi.

Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi saluran irigasi spot 1, 3, dan 4 pada satu sisi, serta spot 2, 5, dan 6 pada dua sisi, dalam program optimasi lahan nonrawa Provinsi Jawa Barat.

Salah seorang petani setempat mengaku bersyukur atas pembangunan yang telah direalisasikan pemerintah. Namun, ia menyayangkan pelaksanaan pekerjaan yang dinilai kurang maksimal.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membangun saluran irigasi ini. Tapi, pengerjaannya sangat disayangkan karena diduga asal jadi. Batu lama juga tidak dibongkar seluruhnya, hanya diperbaiki,” ujarnya.

Ia berharap pengawas dari dinas terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa hasil pekerjaan dan memastikan pelaksanaannya sesuai dengan RAB serta spesifikasi teknis.

“Kami sebagai petani tidak tahu detail teknis pekerjaannya. Kami hanya berharap hasilnya bagus, kuat, dan tahan lama. Jangan sampai baru selesai dibangun, tetapi sudah bermasalah,” tegasnya.

Sementara itu, seorang pekerja di lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pengerjaan dilakukan berdasarkan arahan ketua kelompok tani.

“Menurut ketua kelompok memang tidak dibongkar semua, karena ini pekerjaan rehab,” singkatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pengawas dinas terkait dan Ketua Poktan Karya Tani belum berhasil dimintai keterangan mengenai dugaan ketidaksesuaian tersebut.

Pihak dinas terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan langsung. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, pelaksana harus diminta melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

Pembangunan irigasi menggunakan anggaran pemerintah harus dikerjakan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan sampai tujuan meningkatkan pelayanan pengairan bagi petani justru terkendala akibat kualitas pekerjaan yang dipertanyakan. (Lan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.