BANDUNG, alexanews.id – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Barat yang akan digelar pada 1–3 April 2026 diprediksi berlangsung sengit. Agenda pemilihan Ketua DPD Golkar Jabar menjadi sorotan utama setelah petahana, Ace Hasan Syadzily, dipastikan tidak maju kembali.
Keputusan Ace Hasan untuk tidak ikut dalam kontestasi diambil seiring fokusnya pada tugas baru sebagai Gubernur Lemhannas. Mundurnya figur petahana ini membuka ruang kompetisi yang lebih terbuka di internal partai.
Situasi tersebut memunculkan dinamika baru dalam tubuh Golkar Jawa Barat. Persaingan kini mengerucut pada dua kandidat yang dinilai memiliki peluang besar, yakni Daniel Mutaqien Syafiuddin dan Ahmad Hidayat.
Daniel dikenal sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII. Ia memiliki basis dukungan yang kuat, termasuk jaringan politik yang telah terbangun sejak lama.
Selain itu, Daniel merupakan putra dari Irianto MS Syafiuddin, tokoh senior Golkar yang pernah memimpin DPD Golkar Jawa Barat. Faktor ini dinilai menjadi salah satu kekuatan sekaligus sorotan dalam perjalanan politiknya.
Di sisi lain, Ahmad Hidayat muncul sebagai figur alternatif yang berasal dari jalur kaderisasi. Saat ini ia menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua DPD AMPI Jawa Barat.
Rekam jejak Ahmad di internal partai dinilai cukup panjang. Sejak 2020, ia aktif dalam struktur kepengurusan Golkar Jawa Barat dan telah dua periode menjabat sebagai legislator provinsi.
Persaingan kedua kandidat ini dinilai mencerminkan dua pendekatan berbeda dalam kepemimpinan partai. Di satu sisi terdapat figur dengan kekuatan jaringan politik keluarga, sementara di sisi lain muncul kandidat yang tumbuh dari proses kaderisasi internal.
Sejumlah kader Golkar di Jawa Barat menilai kedua nama tersebut memiliki peluang yang relatif seimbang. Namun, aspirasi terhadap pemimpin yang lahir dari proses kaderisasi disebut semakin menguat.
“Kami berharap pemimpin ke depan benar-benar melalui proses dari bawah, sehingga memahami dinamika kader secara menyeluruh,” ujar salah satu kader Golkar.
Musda XI ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan partai di Jawa Barat.
Forum tersebut akan menjadi ruang konsolidasi sekaligus penentuan strategi menghadapi agenda politik ke depan, termasuk pemilihan umum.
Dengan peta dukungan yang terus bergerak dinamis, persaingan menuju kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat diperkirakan akan berlangsung ketat hingga pelaksanaan Musda. (Ega Nugraha)









