PURWAKARTA, alexanews.id – Penyaluran Dana Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, tahun anggaran 2025 tercatat telah mencapai 100 persen. Total anggaran sebesar Rp1.632.690.000 dinyatakan habis terserap berdasarkan data per 2 April 2026.
Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni 60 persen pada tahap pertama dan 40 persen pada tahap kedua. Secara administratif, tidak ada sisa anggaran. Namun, di balik angka serapan yang sempurna, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat?
Sebagian besar anggaran diketahui dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan desa, drainase, hingga gorong-gorong. Di atas kertas, program tersebut memang menjadi prioritas untuk menunjang aktivitas warga. Namun, efektivitasnya di lapangan masih menjadi sorotan, terutama terkait kualitas pekerjaan dan pemerataan manfaat.
Tak hanya itu, alokasi anggaran sebesar Rp400 juta untuk sarana olahraga dan kepemudaan juga mengundang perhatian. Di tengah kebutuhan dasar masyarakat yang masih beragam, publik mempertanyakan urgensi dan dampak langsung dari penggunaan anggaran dalam jumlah besar tersebut.
Sementara itu, dana penyertaan modal desa yang mencapai lebih dari Rp326 juta diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal. Namun, tanpa pengelolaan yang transparan dan akuntabel, potensi manfaatnya dikhawatirkan tidak maksimal dirasakan oleh masyarakat luas.
Di sektor sosial, anggaran untuk posyandu, pendidikan nonformal, hingga kesehatan memang telah dialokasikan. Meski demikian, masyarakat menilai keterbukaan informasi terkait realisasi program masih perlu ditingkatkan, agar tidak sekadar menjadi laporan administratif semata.
Pengalokasian dana untuk kondisi mendesak sebesar Rp244,8 juta juga memunculkan tanda tanya. Kejelasan penggunaan dana tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Transparansi menjadi kunci utama dalam pengelolaan Dana Desa. Publik berharap pemerintah desa tidak hanya fokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Dengan besarnya anggaran yang digelontorkan, masyarakat Desa Cibening kini menanti bukti konkret: apakah Dana Desa benar-benar menjadi solusi pembangunan, atau sekadar angka yang rapi dalam laporan keuangan. (Ega Nugraha)










