CIREBON, alexanews.id – Sebuah bangunan dapur milik warga di Blok 2 RT 002/RW 006 Desa Sukadana, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, hangus terbakar pada Senin siang (11/5/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu dari aktivitas pembakaran sekam tanaman yang merembet ke tumpukan kayu kering di sekitar lokasi dapur.
Kobaran api sempat membuat panik warga sekitar karena api terlihat cepat membesar di bagian belakang rumah milik Abah Ino atau Cecep.
Beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon bergerak cepat sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan utama rumah warga.
Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan laporan pertama diterima oleh petugas Damkar Sektor Cikulak sekitar pukul 13.23 WIB.
Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Taufik yang melihat kobaran api mulai membesar dari area dapur rumah.
“Awalnya laporan yang diterima adalah kebakaran rumah. Setelah petugas tiba di lokasi, api ternyata membakar bangunan dapur di bagian belakang rumah,” ujar Eno Sujana.
Petugas Damkar Sektor Cikulak langsung bergerak menuju lokasi hanya beberapa menit setelah laporan diterima. Armada pancar segera dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Setibanya di lokasi pada pukul 13.27 WIB, api terlihat sudah membesar dan melahap tumpukan kayu bakar yang berada di area dapur.
Menurut keterangan saksi di lokasi, sumber api diduga berasal dari pembakaran sekam untuk kebutuhan tanaman. Api kemudian merembet ke material mudah terbakar di sekitarnya.
“Api diduga berasal dari pembakaran sekam yang tidak terpantau, lalu menyambar kayu kering yang berada dekat dapur,” katanya.
Petugas bersama warga dan perangkat Desa Sukadana langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak menjalar ke bagian rumah lainnya.
Selang pemadam digelar untuk melokalisir kobaran api. Upaya cepat tersebut akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran dalam waktu singkat.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40 WIB. Setelah itu, petugas masih melakukan proses pendinginan hingga pukul 14.00 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Meski kebakaran sempat membesar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Namun, bangunan dapur dan tumpukan kayu bakar milik korban hangus terbakar. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima meter persegi.
Akibat kejadian itu, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
Pihak Damkar Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran di sekitar rumah.
Warga diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, termasuk saat membakar sampah maupun sekam tanaman.
Pasalnya, kondisi cuaca panas dan banyaknya material mudah terbakar di sekitar rumah dapat mempercepat penyebaran api.
Kelalaian kecil, menurut petugas, bisa berujung pada kebakaran besar yang merugikan pemilik rumah maupun lingkungan sekitar. (Kirno)









