KARAWANG, alexanews.id – Potensi besar sektor perikanan tambak di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, tengah menghadapi persoalan serius yang dikhawatirkan mengancam produktivitas para pembudidaya ikan. Bukan karena faktor cuaca ekstrem ataupun serangan penyakit, melainkan akibat sulitnya mendapatkan pasokan pupuk yang menjadi kebutuhan utama dalam pengelolaan tambak.

Keluhan tersebut kini ramai disuarakan para petani tambak setempat. Mereka mengaku kesulitan memperoleh pupuk dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu dinilai sangat memengaruhi kualitas budidaya ikan, terutama dalam menjaga kestabilan air tambak dan pertumbuhan pakan alami.

Salah seorang petani tambak di Desa Cemarajaya yang akrab disapa Cahya mengungkapkan keresahannya terkait persoalan tersebut. Ia mengatakan para pembudidaya harus berjuang keras mencari pupuk ke berbagai wilayah karena stok di sejumlah tempat sering kosong.

“Sekarang sangat sulit mendapatkan pupuk untuk kebutuhan tambak. Kami sudah mencari ke berbagai tempat, tapi stok sering tidak ada atau jumlahnya sangat terbatas,” ujar Cahya kepada wartawan, Sabtu 16 Mei 2026.

Menurutnya, pupuk memiliki fungsi vital dalam budidaya tambak. Keberadaannya sangat menentukan kualitas ekosistem air dan mendukung tumbuhnya pakan alami bagi ikan maupun udang yang dibudidayakan warga.

“Bagi petani tambak, pupuk itu kebutuhan pokok. Kalau tidak ada pupuk, kualitas air menurun, pertumbuhan pakan alami terganggu, dan akhirnya ikan tidak berkembang maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak dari kelangkaan pupuk mulai dirasakan para pembudidaya. Pertumbuhan ikan disebut menjadi lebih lambat dibanding biasanya. Selain itu, kondisi tambak yang kurang optimal juga meningkatkan risiko serangan penyakit yang dapat memicu kerugian besar bagi petani.

Tak hanya itu, hasil panen para pembudidaya dikhawatirkan mengalami penurunan signifikan apabila persoalan pupuk tidak segera diatasi. Padahal, sektor tambak selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Kecamatan Cibuaya.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, tentu hasil panen bisa turun drastis. Kami khawatir pendapatan masyarakat tambak ikut menurun,” lanjut Cahya.

Mewakili para petani tambak lainnya, Cahya berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Perikanan Kabupaten Karawang. Menurutnya, para pembudidaya membutuhkan solusi nyata agar distribusi pupuk kembali lancar dan mudah dijangkau masyarakat.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi para petani tambak, baik melalui pengawasan distribusi maupun bantuan khusus bagi pembudidaya kecil.

“Kami berharap Dinas Perikanan bisa turun tangan membantu mencari solusi terbaik. Jangan sampai petani tambak kesulitan terus mendapatkan pupuk,” ungkapnya penuh harap.

Para petani juga meminta adanya pemerataan distribusi pupuk agar tidak hanya tersedia di wilayah tertentu saja. Mereka ingin seluruh pembudidaya di Kecamatan Cibuaya memperoleh akses yang sama demi menjaga keberlangsungan usaha tambak yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

Diketahui, wilayah pesisir Cibuaya termasuk salah satu kawasan yang memiliki potensi perikanan tambak cukup besar di Kabupaten Karawang. Banyak warga menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil budidaya ikan dan udang di tambak tradisional maupun semi modern.

Karena itu, persoalan ketersediaan pupuk dinilai tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap produktivitas sektor perikanan daerah serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah cepat agar aktivitas budidaya tambak kembali berjalan normal. Dengan ketersediaan pupuk yang memadai, para pembudidaya optimistis hasil panen dapat meningkat dan sektor perikanan di Desa Cemarajaya kembali menjadi kekuatan ekonomi masyarakat pesisir Karawang. (Ahmad Saleh)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.