KARAWANG, alexanews.id – Federasi Mahasiswa Islam (FMI) Kabupaten Karawang resmi memasuki era kepemimpinan baru setelah Bilal Akbar ditetapkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) FMI Karawang secara sah melalui forum organisasi yang berlangsung demokratis.

Penetapan tersebut menjadi titik awal perubahan arah gerakan organisasi mahasiswa Islam di Karawang yang selama ini dikenal aktif mengawal isu-isu kebijakan publik dan transparansi pemerintahan daerah.

Terpilihnya Bilal Akbar mendapat dukungan penuh dari delegasi komisariat yang hadir dalam agenda suksesi kepemimpinan tersebut. Sosok Bilal dinilai mampu membawa FMI Karawang lebih progresif dengan pola gerakan yang terstruktur, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai idealisme mahasiswa Islam.

Dalam menjalankan roda organisasi, Bilal Akbar tidak bekerja sendiri. Ia didampingi sejumlah figur yang dipercaya mengisi jabatan strategis dalam kepengurusan inti organisasi.

Posisi Sekretaris Umum kini resmi diamanahkan kepada Agustian Rukmana. Sementara kursi Bendahara Umum dipercayakan kepada Alfath Nasrullah Firdausy.

Kolaborasi tiga figur utama tersebut diharapkan mampu menciptakan akselerasi kerja organisasi yang lebih cepat dan responsif terhadap dinamika sosial maupun kebutuhan kader di lapangan.

Bilal Akbar menegaskan bahwa kepengurusan FMI Karawang ke depan tetap konsisten berada di garis perjuangan pengawalan kebijakan publik. Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak boleh kehilangan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.

“FMI harus tetap hadir menjadi ruang kritis yang konstruktif. Kami ingin memastikan setiap kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Bilal dalam pidato perdananya.

Selama ini, FMI Karawang dikenal aktif menyoroti isu keterbukaan informasi publik serta transparansi kebijakan pemerintah daerah. Reputasi tersebut disebut akan terus dipertahankan bahkan diperkuat di bawah kepemimpinan baru.

Bilal juga menekankan pentingnya adaptasi organisasi di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat. Ia menilai gerakan mahasiswa tidak cukup hanya kritis, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi konkret atas persoalan masyarakat.

Menurutnya, daya kritis kader harus diarahkan menjadi gerakan advokasi yang taktis, terukur, dan memiliki dampak langsung terhadap kepentingan publik.

“Kami ingin menghadirkan gerakan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara nyata, bukan sekadar wacana,” katanya.

Langkah awal yang akan dilakukan kepengurusan baru FMI Karawang adalah pembenahan internal organisasi secara menyeluruh.

Sekretaris Umum PC FMI Karawang, Agustian Rukmana, menjelaskan bahwa penguatan tata kelola administrasi kesekretariatan menjadi salah satu prioritas utama.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan ulang sistem kaderisasi formal mulai dari tingkat komisariat agar tercipta kesamaan visi dan pola gerakan antar kader.

Menurut Agustian, soliditas internal menjadi fondasi penting agar setiap agenda perjuangan organisasi dapat berjalan selaras dan efektif.

“Kami ingin memastikan seluruh kader memiliki arah perjuangan yang sama serta memahami peran organisasi secara utuh,” ucapnya.

Di sisi lain, sektor keuangan organisasi juga menjadi fokus pembenahan penting dalam kepengurusan baru FMI Karawang.

Bendahara Umum FMI Karawang, Alfath Nasrullah Firdausy, menilai kemandirian ekonomi organisasi menjadi syarat utama agar gerakan mahasiswa tetap independen dan tidak mudah diintervensi kepentingan eksternal.

Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan formula baru pengelolaan keuangan organisasi yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.

Alfath menyebut potensi internal kader akan dimaksimalkan untuk mendukung keberlangsungan operasional organisasi sekaligus memperkuat gerakan perjuangan FMI di Karawang.

“Kemandirian organisasi adalah kekuatan utama agar perjuangan tetap berjalan sesuai idealisme,” katanya. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.