KARAWANG, alexanews.id – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Karawang pada November 2026, dinamika politik desa mulai terasa di sejumlah wilayah. Dari total 67 desa yang akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa itu, sejumlah nama bakal calon kepala desa mulai bermunculan di beberapa daerah.
Namun situasi berbeda justru terlihat di Desa Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Hingga akhir April 2026, suasana politik desa di wilayah tersebut masih terbilang sepi. Belum ada satu pun nama yang secara terbuka muncul sebagai bakal calon kepala desa.
Kondisi ini menjadi perhatian warga, mengingat tahapan Pilkades 2026 tinggal menghitung bulan. Meski begitu, masyarakat menilai situasi tersebut masih terbilang wajar karena waktu pelaksanaan pemilihan masih sekitar enam hingga tujuh bulan lagi.
Salah seorang warga Desa Kertarahayu, Janib, mengaku hingga saat ini belum mendengar nama tokoh yang akan maju dalam kontestasi Pilkades mendatang.
“Masih sepi, Pak. Belum terdengar siapa bakal calon kepala desa Kertarahayu. Kemungkinan masih bertahan, karena waktunya masih 6 sampai 7 bulan lagi,” ujar Janib kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, belum munculnya kandidat bukan berarti tidak ada tokoh yang siap maju. Ia menilai sejumlah figur kemungkinan masih melakukan komunikasi internal dan menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan sikap.
Dalam dinamika politik desa, kemunculan bakal calon memang kerap terjadi menjelang tahapan resmi dimulai. Sejumlah tokoh biasanya masih melakukan konsolidasi dengan keluarga, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda sebelum menyatakan diri maju sebagai calon kepala desa.
Kondisi serupa juga kerap terjadi di banyak desa lain. Meski tahapan Pilkades semakin dekat, nama-nama kandidat umumnya baru mulai ramai diperbincangkan beberapa bulan menjelang pendaftaran resmi dibuka.
Warga lainnya yang enggan disebutkan namanya menilai, siapa pun sosok yang nantinya maju sebagai bakal calon kepala desa, mereka adalah putra-putri terbaik Desa Kertarahayu yang memiliki niat membangun daerahnya.
“Siapapun nanti yang muncul bakal calon kepala desa, itu adalah putra-putri terbaik di Desa Kertarahayu yang ingin membangun dan mensejahterakan masyarakat di desanya,” tuturnya.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades 2026 di Desa Kertarahayu dapat berjalan lancar, aman, dan damai tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Semoga pemilihan desa nanti aman, damai, tanpa ekses,” lanjutnya.
Harapan masyarakat tersebut menjadi catatan penting, mengingat Pilkades bukan hanya soal memilih pemimpin baru, tetapi juga momentum menjaga persatuan warga desa. Dalam banyak kasus, kontestasi politik di tingkat desa kerap memunculkan gesekan sosial apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, warga berharap seluruh proses Pilkades di Desa Kertarahayu nantinya dapat mengedepankan suasana kondusif, penuh kekeluargaan, dan menjunjung tinggi nilai demokrasi.
Pilkades serentak di Kabupaten Karawang sendiri dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan sebanyak 67 desa akan mengikuti pemilihan kepala desa secara bersamaan.
Dengan waktu yang masih tersisa beberapa bulan, masyarakat Kertarahayu kini menanti siapa saja figur yang akan muncul dan siap bertarung dalam kontestasi politik desa tersebut.
Meski hingga kini bursa calon masih senyap, warga percaya momentum Pilkades nanti akan tetap menghadirkan tokoh-tokoh terbaik yang siap membawa perubahan bagi Desa Kertarahayu ke arah yang lebih maju. (Ahmad Saleh)










