SERGAI, alexanews.id – Warga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria dalam kondisi mengenaskan di areal perkebunan kelapa sawit milik Socfindo Matapao, Kamis (30/4/2026).
Korban diketahui bernama Suriadi Sutoyo alias Gendon (45), warga Dusun IV Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu. Ia ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka bacokan di tubuh, terutama pada bagian kepala dan tangan.
Peristiwa ini sontak menggegerkan warga Desa Matapao dan Desa Pematang Setrak. Korban diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan dalam kondisi penuh luka dan tergeletak tak bernyawa di tengah areal kebun sawit.
Penemuan mayat Gendon pertama kali bermula saat seorang petugas keamanan perkebunan atau centeng bernama Rahmad (54) menemukan sepeda motor milik korban di area kebun blok 33 Socfindo Matapao sekitar pukul 08.00 WIB.
Sepeda motor jenis Yamaha Jupiter tanpa pelat nomor itu terlihat terparkir dalam kondisi mencurigakan di lokasi yang tidak biasa.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Komandan Regu Keamanan Perkebunan, Sumardi (55). Merasa ada yang janggal, Sumardi bersama sejumlah petugas keamanan kembali ke lokasi untuk memastikan situasi.
“Awalnya sepeda motor ditemukan oleh anggota kami. Karena merasa janggal, kami kembali ke lokasi untuk memastikan,” ujar Sumardi.
Saat dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas menemukan sarung parang yang tergeletak tak jauh dari sepeda motor. Kecurigaan pun semakin kuat setelah ditemukan bercak darah di sekitar area kebun.
Melihat kondisi tersebut, Sumardi langsung mengumpulkan sejumlah petugas keamanan perkebunan, termasuk Billy Aswara, dan berkoordinasi dengan personel TNI untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Di saat bersamaan, pihak keamanan juga mendatangi rumah korban untuk memastikan keberadaan Gendon.
Dari keterangan sang istri, diketahui korban tidak pulang sejak malam sebelumnya. Padahal, Gendon biasanya sudah berada di rumah sekitar pukul 23.00 WIB atau paling lambat tengah malam.
“Istrinya menyebutkan korban biasanya sudah pulang sekitar pukul 23.00 WIB atau paling lambat tengah malam,” jelas Sumardi.
Keterangan itu membuat kekhawatiran semakin besar. Pencarian pun dilakukan lebih intensif dengan menyisir area kebun sawit di sekitar lokasi sepeda motor ditemukan.
Sekitar pukul 11.00 WIB, pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi sepeda motor dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Tubuh korban tergeletak di areal perkebunan dengan luka bacokan yang cukup parah. Darah terlihat menggenang di sekitar tubuh korban.
“Anggota kami menelepon dan mengabarkan korban sudah ditemukan, tetapi dalam keadaan meninggal dunia. Kami langsung menghubungi pihak kepolisian,” kata Sumardi.
Kabar penemuan jasad Gendon dengan cepat menyebar dan membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Suasana duka dan tegang pun menyelimuti areal perkebunan sawit Socfindo Matapao.
Warga mengenal Gendon sebagai sosok pekerja keras dan mudah bergaul. Sehari-hari, korban diketahui bekerja sebagai penggembala kambing dan lembu. Ia juga kerap mencari rumput di sekitar areal perkebunan tempat jasadnya ditemukan.
“Orangnya baik, ramah, dan tidak pernah macam-macam,” ujar seorang warga di lokasi.
Tak lama setelah menerima laporan, personel Polsek Teluk Mengkudu bersama tim Satreskrim Polres Serdang Bedagai langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).
Tim Inafis yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Binrod Situngkir juga terlihat melakukan olah TKP secara menyeluruh.
Petugas memeriksa lokasi penemuan korban, mengumpulkan barang bukti, serta memasang garis polisi di sekitar area kebun sawit tempat korban ditemukan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban sekaligus mendalami dugaan adanya tindak pidana pembunuhan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kematian tragis Gendon.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk petugas keamanan perkebunan dan keluarga korban.
Kasus penemuan mayat Gendon di kebun sawit Socfindo Matapao ini pun menjadi perhatian warga Sergai. Banyak pihak berharap pelaku segera ditangkap agar motif di balik pembunuhan sadis tersebut bisa segera terungkap.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban sebelum ditemukan tewas agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan.
Peristiwa tragis ini menambah daftar kasus kriminal yang menggemparkan warga Serdang Bedagai. Penyelidikan kini terus berjalan untuk memburu pelaku pembunuhan yang diduga telah menghabisi nyawa Gendon secara brutal. (Sutrisno)










