BEKASI, alexanews.id – Kondisi memprihatinkan dialami Ibu Janah, warga Kampung Ranca Malaka RT 001/005, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih harus bertahan hidup di rumah reyot yang kondisinya kini nyaris roboh dan membahayakan keselamatannya setiap saat.

Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduh Ibu Janah kini sudah jauh dari kata layak huni. Bangunan yang sebagian besar masih menggunakan bilik bambu itu tampak rapuh di hampir seluruh bagian. Dinding rumah terlihat berlubang di banyak sisi, kayu penyangga atap mulai lapuk, dan bagian fondasi bawah bangunan pun mulai amblas.

Kondisi tersebut membuat rumah Ibu Janah tak hanya memprihatinkan, tetapi juga sangat membahayakan. Setiap kali hujan deras turun disertai angin kencang, rasa cemas selalu menghantui. Rumah yang ditempatinya sewaktu-waktu bisa roboh tanpa peringatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan rumah sudah dalam kategori berat. Bilik bambu yang menjadi dinding utama tampak lapuk dimakan usia. Sejumlah bagian bahkan terlihat terbuka dan berlubang, membuat angin dan air hujan dengan mudah masuk ke dalam rumah.

Sementara itu, rangka kayu penyangga atap juga sudah tidak kokoh. Beberapa bagian terlihat miring dan rapuh. Kondisi ini memperbesar risiko ambruk, terlebih saat cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Bekasi.

Tak hanya bagian atas bangunan, kondisi lantai dan fondasi rumah pun mulai menunjukkan kerusakan serius. Tanah di bagian bawah rumah mulai amblas, sementara serpihan bata tampak berserakan di sekitar pondasi. Jika dibiarkan lebih lama, rumah tersebut dikhawatirkan benar-benar roboh dan mengancam keselamatan penghuninya.

Warga sekitar mengaku prihatin melihat kondisi rumah Ibu Janah yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Mereka menilai, situasi ini sudah masuk kategori darurat kemanusiaan dan membutuhkan perhatian cepat dari pemerintah daerah.

“Sudah sangat parah kondisinya. Ini bukan lagi soal nyaman atau tidak nyaman, tapi soal keselamatan nyawa. Kalau hujan besar turun, kami semua khawatir rumah itu ambruk,” ujar salah seorang warga sekitar, Sabtu (2/5/2026).

Menurut warga, Ibu Janah selama ini hanya bisa pasrah dengan keadaan. Keterbatasan ekonomi membuatnya tak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah secara mandiri. Di tengah kondisi bangunan yang terus memburuk, ia hanya bisa berharap ada bantuan yang datang sebelum musibah benar-benar terjadi.

Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk tidak menunda penanganan. Mereka meminta agar persoalan rumah Ibu Janah di Kampung Ranca Malaka segera masuk prioritas bantuan sosial, khususnya program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Program Rutilahu dinilai menjadi solusi paling realistis dan mendesak untuk menyelamatkan Ibu Janah dari ancaman rumah roboh. Dengan intervensi cepat, rumah tersebut setidaknya bisa diperbaiki agar kembali aman untuk ditempati.

Selain pemerintah daerah, warga juga meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi segera turun tangan. Lembaga tersebut dinilai memiliki peran penting melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu warga miskin yang berada dalam kondisi darurat.

BAZNAS diharapkan dapat mempercepat penanganan tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang. Dalam situasi seperti yang dialami Ibu Janah, kecepatan respons menjadi hal paling penting agar potensi korban jiwa bisa dicegah sejak dini.

Kondisi rumah yang nyaris ambruk ini bukan lagi sekadar persoalan kemiskinan, melainkan persoalan keselamatan yang harus segera ditangani. Bila dibiarkan berlarut, ancaman robohnya bangunan hanya tinggal menunggu waktu.

Ibu Janah kini hanya bisa bertahan sambil menyimpan harapan sederhana: memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan tidak lagi membuatnya dihantui rasa takut setiap malam.

Bagi sebagian orang, rumah mungkin hanya bangunan biasa. Namun bagi Ibu Janah, rumah adalah satu-satunya tempat berlindung. Sayangnya, tempat itu kini justru menjadi ancaman terbesar bagi hidupnya.

Masyarakat Kampung Ranca Malaka, Desa Hegarmanah, kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, BAZNAS, dan Dinas Sosial agar bantuan bisa segera diberikan. Warga berharap, sebelum rumah itu benar-benar roboh, tangan-tangan kemanusiaan sudah lebih dulu datang menyelamatkan.

Jangan sampai bantuan baru datang setelah musibah terjadi. Sebab bagi Ibu Janah, waktu untuk menunggu sudah nyaris habis. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.