BEKASI, alexanews.id – Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Bao Umbara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan. Demi mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Bao Umbara turun langsung memimpin aksi kerja bakti membersihkan rumput liar setinggi hampir tiga meter yang dinilai berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung pada Minggu (24/5/2026) dan dipusatkan di wilayah Dusun 3 Desa Karangsari. Area yang dibersihkan membentang mulai dari RT 003 RW 007 Kampung Tengah hingga menuju RT 002 RW 007 Kampung Tobor.

Rumput liar yang tumbuh tinggi dan semak belukar yang menutupi sejumlah titik menjadi perhatian serius pemerintah desa. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu berkembangnya nyamuk penyebab DBD, terlebih setelah adanya warga yang mulai terjangkit penyakit tersebut.

Dalam kegiatan itu, Bao Umbara terlihat ikut terjun langsung ke lapangan bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Mereka bersama-sama memotong rumput, membersihkan semak liar, serta membuka akses lingkungan yang sebelumnya tertutup vegetasi liar.

Aksi cepat tersebut dilakukan tanpa menunggu proses anggaran resmi desa. Bahkan, Bao Umbara mengaku menggunakan dana pribadinya untuk memenuhi kebutuhan warga yang ikut bergotong royong, mulai dari makan siang, kopi, air minum hingga rokok.

“Seharusnya ini dipadatkaryakan, tapi berhubung ini sangat mendesak dan dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk DBD jadi langsung kita bersihkan. Untuk air minum dan makan siang, kopi maupun rokok pakai duit pribadi saya,” ujar Bao Umbara di sela kegiatan.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai sikap kepala desa yang mau turun langsung ke lapangan menjadi contoh nyata kepedulian pemimpin terhadap kondisi masyarakatnya.

Menurut Bao Umbara, ancaman DBD di wilayah Karangsari tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secepat mungkin sebelum jumlah kasus terus bertambah.

“Sudah ada yang terjangkit DBD, jadi kita harus menjaga kebersihan lingkungan kita bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar lebih aktif menjaga lingkungan masing-masing. Menurutnya, pemberantasan sarang nyamuk tidak bisa hanya dilakukan pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga.

Selain membersihkan rumput liar, warga juga diminta rutin melakukan langkah pencegahan seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Aksi gotong royong yang dipimpin Bao Umbara ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya budaya kebersamaan dalam menjaga lingkungan. Di tengah meningkatnya ancaman penyakit saat musim pancaroba, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci utama pencegahan DBD.

Pemerintah Desa Karangsari berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar demi menjaga kesehatan bersama. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.