CIREBON, alexanews.id – Kawasan pesisir pantai selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan panorama laut dan keindahan alam. Namun di balik pesonanya, wilayah pesisir sesungguhnya menyimpan potensi ekonomi dan ekologis yang sangat besar serta dapat menjadi salah satu pilar pembangunan daerah di masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan pengamat sekaligus penulis Jeremy Huang Wijaya yang menilai kawasan pesisir bukan sekadar batas antara daratan dan lautan, melainkan sebuah “harta karun kehidupan” yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Jeremy, kehidupan masyarakat pesisir dapat berkembang jauh lebih baik apabila potensi yang dimiliki kawasan tersebut didata dan dikelola secara serius. Potensi ekonomi yang muncul tidak hanya berasal dari keindahan pantai maupun kekayaan bawah laut, tetapi juga dari berbagai sektor pendukung yang tumbuh di sekitarnya.
“Pesisir pantai adalah harta karun kehidupan. Kehidupan di kawasan ini dapat ditingkatkan potensi ekonominya yang tinggi, bukan hanya karena keindahan alam pantai atau bawah lautnya, tetapi juga dari sektor pendukung di sekitarnya,” ujarnya, Rabu 24 Juni 2026.
Pandangan tersebut lahir dari pengalaman langsung yang ia rasakan saat melakukan perjalanan bersama sang istri ke sejumlah kawasan wisata pantai di Jawa Barat selama Juni lalu. Jeremy mengunjungi Pantai Rancabuaya, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang di Garut, hingga Pantai Madasari dan Pantai Batu Karas di Pangandaran.
Di sepanjang perjalanan itu, ia menyaksikan bagaimana keindahan alam mampu berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati panorama pantai, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi lokal melalui berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjual hasil laut segar maupun produk olahan perikanan.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan pesisir memiliki efek ekonomi berantai yang sangat besar. Ketika sektor wisata berkembang, nelayan memperoleh pasar yang lebih luas, pelaku UMKM mendapatkan tambahan pendapatan, sementara sektor jasa seperti penginapan, kuliner, dan transportasi ikut tumbuh.
Pandangan Jeremy sejalan dengan apa yang disampaikan pakar kelautan nasional Prof Rokhmin Dahuri dalam forum internasional Our Ocean Conference ke-11 di Mombasa, Kenya. Dalam forum tersebut, Rokhmin menegaskan bahwa wilayah pesisir dan lautan dunia memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan energi, mendukung pengembangan industri dan farmasi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Selain memiliki nilai ekonomi yang besar, lautan juga memegang fungsi ekologis yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Lautan yang menutupi sekitar 72 persen permukaan bumi berperan sebagai penyerap karbon alami atau carbon sink, membantu mengatur siklus hidrologi, sekaligus menjaga keseimbangan siklus biogeokimia yang menopang kehidupan di planet ini.
Karena itu, pengembangan kawasan pesisir harus dilakukan dengan pendekatan berkelanjutan agar manfaat ekonomi yang diperoleh tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Melihat potensi yang sangat besar tersebut, Jeremy mendorong agar optimalisasi dan pendataan wilayah pesisir juga dilakukan secara serius di kawasan Ciayumajakuning, khususnya Kota dan Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Indramayu yang memiliki garis pantai panjang dan sumber daya kelautan melimpah.
Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki wilayah Pantura Jawa Barat sebenarnya sudah siap berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Mulai dari sektor perikanan tangkap, budidaya tambak, industri pengolahan hasil laut, wisata bahari, hingga penguatan UMKM berbasis produk pesisir.
Ia menilai langkah awal yang paling penting adalah melakukan pendataan potensi wilayah secara akurat sehingga pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam menyusun program pengembangan kawasan pesisir.
Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan pesisir Jawa Barat bagian utara maupun selatan diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang baru. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun masa mendatang.
“Dengan memfungsikan kembali kawasan pesisir secara tepat guna serta melakukan pendataan potensi wilayah secara akurat, kawasan pesisir Jawa Barat utara maupun selatan dapat menjadi motor penggerak baru ekonomi daerah tanpa harus merusak kelestarian alam,” tegasnya. (Kirno)










