KARAWANG, alexanews.id – Gelombang kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang membuka penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Aksi kemanusiaan tersebut digagas sebagai bentuk solidaritas terhadap warga NTT yang saat ini masih menghadapi dampak gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Melalui program Open Donasi Peduli Gempa Bumi NTT, mahasiswa mengajak masyarakat, komunitas, organisasi, hingga berbagai pihak untuk bersama-sama memberikan bantuan kepada para korban.

Panitia menyampaikan bahwa setiap donasi yang diberikan, berapa pun nominalnya, akan sangat berarti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia, donasi dapat disalurkan melalui rekening SeaBank maupun aplikasi DANA yang telah disediakan.

Adapun informasi donasi sebagai berikut:

SeaBank
901864256275
a.n. Nia Aulia Khairani

DANA
082114017389
a.n. Nia Aulia Khairani

Sementara untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Ridwan di nomor 085710783686.

Panitia berharap informasi penggalangan dana tersebut dapat menjangkau lebih banyak pihak sehingga bantuan yang terkumpul dapat semakin besar dan bermanfaat bagi masyarakat terdampak.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores dan sempat memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir saat itu diimbau untuk segera menjauh dari pantai guna mengantisipasi potensi tsunami. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah kondisi dinyatakan aman.

Meski demikian, gempa utama diikuti sejumlah gempa susulan yang membuat masyarakat tetap waspada. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dan warga di beberapa daerah melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Hingga kini, pemerintah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan para relawan terus melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi, pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bencana tersebut menjadi duka bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur sekaligus menjadi pengingat pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu sesama.

Melalui gerakan donasi yang dibuka mahasiswa Unsika ini, diharapkan semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi untuk membantu meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak. (King)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.