KARAWANG, alexanews.id – Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB) mendesak Kapolresta Karawang dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyiraman air panas terhadap dua santri yang terjadi di wilayah perbatasan Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, dan Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) itu menjadi perhatian masyarakat setelah kedua korban dilaporkan mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan medis di RSUD Rengasdengklok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban diketahui baru pulang dari kegiatan pengajian rutin yang berlangsung di wilayah Rengasdengklok.
Saat melintasi kawasan perbatasan Desa Kertajaya dan Desa Kertamulya, keduanya disebut berpapasan dengan sejumlah orang yang berada di sekitar pos penjagaan setempat.
Dalam peristiwa yang masih menunggu hasil penyelidikan resmi tersebut, kedua santri dilaporkan mengalami luka bakar hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Sekretaris Jenderal FKUB, Fuad Hasan, menyampaikan keprihatinan atas insiden yang menimpa kedua santri tersebut dan meminta aparat kepolisian mengusut kasus secara profesional dan transparan.
“Kami meminta kepada Kapolresta Karawang beserta seluruh Aparat Penegak Hukum agar mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melakukan perbuatan tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ujarnya.
Menurutnya, proses hukum yang objektif diperlukan agar seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
FKUB juga berharap penyidik segera mengumpulkan keterangan dari para saksi, mendalami kronologi kejadian, serta menelusuri seluruh informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penanganan perkara secara cepat dan profesional dinilai penting untuk memberikan rasa keadilan kepada para korban dan keluarganya.
Selain itu, langkah tegas aparat penegak hukum diharapkan dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
Kasus ini mendapat perhatian publik karena korbannya merupakan santri yang baru selesai mengikuti kegiatan keagamaan sebelum terjadi insiden.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai hasil penyelidikan maupun perkembangan penanganan perkara tersebut. (Asbel)










