KARAWANG — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mulai memasuki babak pendaftaran bakal calon.
Pada Kamis (3/9/2026), sosok yang dikenal dengan nama MISTA/ARE menjadi salah satu nama pertama yang datang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Dukuhkarya.
Kedatangan MISTA/ARE ke lokasi pendaftaran tidak berlangsung sendirian. Sejumlah pendukung, tokoh masyarakat, serta warga Desa Dukuhkarya turut hadir untuk memberikan dukungan sekaligus mendampingi proses pendaftaran.
Suasana pun terlihat cukup ramai. Kehadiran para pendukung menjadi tanda bahwa geliat kontestasi Pilkades Dukuhkarya mulai terasa di tengah masyarakat.
Salah seorang pendukung MISTA/ARE, H. Masnan/H. Beni, mengatakan kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan sekaligus pendampingan agar proses pendaftaran berjalan lancar.
“Hari ini kami mendampingi dan sekaligus mengawal Saudara MISTA/ARE untuk mendaftarkan diri menjadi calon Kepala Desa di Dukuhkarya. Kami bersama para pendukung lainnya datang secara bersama-sama untuk memberikan pendampingan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut lahir dari kebersamaan sejumlah masyarakat yang melihat MISTA/ARE sebagai sosok yang siap ikut dalam kontestasi Pilkades Dukuhkarya.
Ia juga mengingatkan para pendukung untuk tetap menjaga suasana kondusif selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
“Yang terpenting, kami berharap semua proses dapat berjalan dengan baik, aman dan tertib. Kami juga mengajak seluruh pendukung menjaga kondusivitas serta menghormati setiap tahapan dan aturan yang telah ditetapkan,” katanya.
Dengan masuknya MISTA/ARE dalam proses pendaftaran, dinamika Pilkades Dukuhkarya mulai menarik perhatian masyarakat.
Namun, perjalanan menuju kursi kepala desa masih panjang. Setelah tahapan pendaftaran, masyarakat tentu akan menunggu siapa saja nama lain yang akan ikut mengambil formulir dan mendaftarkan diri sebagai bakal calon.
Pilkades bukan sekadar soal siapa yang memiliki banyak pendukung. Lebih dari itu, masyarakat akan menentukan sosok yang dinilai mampu membawa pemerintahan desa berjalan lebih baik.
Harapan warga pun cukup beragam, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi warga, hingga perhatian terhadap generasi muda.
Di tengah mulai menghangatnya suhu politik desa, masyarakat Dukuhkarya juga diharapkan tetap menjaga persatuan.
Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi dan tidak semestinya menjadi alasan untuk memecah hubungan antarwarga.
Dengan menjadi pendaftar pertama, MISTA/ARE kini resmi membuka langkahnya menuju kontestasi Pilkades Dukuhkarya. Pertanyaannya, siapa nama berikutnya yang akan menyusul? (Asbel)










