SERGAI, AlexaNews.ID — Aksi solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan Majelis Ta’lim Muslimah Dambaan (MTMD) Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Melalui gerakan wakaf dan donasi, MTMD menyalurkan puluhan Al-Qur’an serta berbagai perlengkapan ibadah untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan infak dan wakaf dari para ibu-ibu pengajian yang tergabung dalam perwiridan se-Kecamatan Bintang Bayu. Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian nyata kaum perempuan terhadap saudara sesama muslim yang tengah menghadapi musibah.
Ketua MTMD Kecamatan Bintang Bayu, Hj. Nurmalia Nasution, mengatakan bahwa semangat berbagi tumbuh dari kesadaran bersama untuk membantu daerah yang dilanda bencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sarana ibadah.
“Ini adalah amanah dari ibu-ibu perwiridan di Bintang Bayu. Mereka dengan ikhlas mewakafkan sebagian rezekinya agar dapat meringankan beban saudara kita di Aceh Tamiang,” ujar Hj. Nurmalia saat penyerahan bantuan, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang berhasil dihimpun terdiri dari 90 eksemplar Al-Qur’an, 80 sarung, 29 mukena, 30 sajadah, tujuh buku Iqra, 18 Surat Yasin, tujuh Juz Amma, lima jilbab, serta bantuan beras.
Seluruh bantuan tersebut saat ini telah dikumpulkan di Masjid Agung Sei Rampah dan dijadwalkan akan diberangkatkan langsung ke Aceh Tamiang pada 17 Januari 2026. Penyaluran akan dilakukan bersama para ketua MTMD se-Kabupaten Serdang Bedagai.
“Insyaallah kami akan mengantar langsung bantuan ini agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Bintang Bayu, Hendra Irwansyah, S.K.M., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kekompakan MTMD dalam menginisiasi gerakan wakaf tersebut.
Menurutnya, peran aktif kaum ibu melalui organisasi keagamaan seperti MTMD sangat berarti dalam membantu masyarakat terdampak bencana, baik secara spiritual maupun sosial.
“Kegiatan ini patut menjadi contoh. Selain bernilai sosial, wakaf Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah ini juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ungkap Camat.
Ia berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga dan semakin kuat, khususnya dalam merespons musibah yang menimpa masyarakat di berbagai daerah. (Sutrisno)










