KARAWANG, alexanews.id – Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMPN 1 Karawang Timur berlangsung tertib hingga hari terakhir pelaksanaan. Pihak sekolah memastikan seluruh siswa kelas 9 dapat mengikuti ujian dengan lancar, termasuk peserta yang sebelumnya sempat berhalangan hadir karena sakit.
Kepala SMPN 1 Karawang Timur, H. Acam Suhendra, mengatakan kondisi pelaksanaan PSAJ tahun ajaran 2025–2026 berjalan aman dan kondusif tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah kegiatan PSAJ sampai hari ini berjalan kondusif. Memang ada satu atau dua siswa yang mengikuti ujian susulan karena sebelumnya sakit. Hari ini mereka mengikuti susulan setelah jam pelajaran selesai,” ujar H. Acam Suhendra, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, sekolah memberikan kesempatan ujian susulan agar seluruh siswa tetap bisa menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang diujikan. Pihak sekolah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan peserta didik selama pelaksanaan PSAJ berlangsung.
Tahun ini tercatat sebanyak 455 siswa kelas 9 mengikuti PSAJ di SMPN 1 Karawang Timur. Mayoritas peserta hadir tepat waktu dan mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan sekolah.
Meski PSAJ telah selesai, siswa kelas 9 belum sepenuhnya memasuki masa libur sekolah. Mulai Senin (11/5/2026), para siswa tetap diwajibkan hadir untuk menyelesaikan berbagai tugas akademik yang belum diserahkan kepada guru mata pelajaran.
Selain penyelesaian tugas, pihak sekolah juga mulai melakukan persiapan kegiatan perpisahan siswa kelas 9 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 mendatang.
“Anak-anak tetap masuk sekolah karena masih ada tugas yang belum selesai. Selain itu juga ada persiapan kegiatan perpisahan kelas 9 yang akan dilaksanakan tanggal 21 Mei nanti di sekolah,” katanya.
Kegiatan perpisahan nantinya akan dikemas melalui acara gebyar seni yang menampilkan kreativitas dan bakat siswa. Acara tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah sekaligus momen pelepasan bagi siswa kelas 9 sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Di sisi lain, sekolah juga memberikan perhatian terhadap kelanjutan pendidikan para siswa setelah lulus dari SMP. H. Acam berharap seluruh peserta didik dapat diterima di sekolah negeri sesuai kemampuan dan pilihan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi masuk sekolah negeri.
“Mudah-mudahan hasil TKA anak-anak bagus dan bisa diterima di sekolah negeri sesuai harapan mereka,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak sekolah mengingatkan siswa agar tidak terlalu terpaku pada satu sekolah atau jurusan tertentu yang memiliki tingkat persaingan tinggi. Siswa diminta mempertimbangkan peluang secara realistis dan mendiskusikan pilihan bersama orang tua.
“Kami menyampaikan kepada anak-anak agar jangan terlalu memaksakan ke satu sekolah atau jurusan tertentu yang peminatnya terlalu banyak. Cari sekolah sesuai harapan dan diskusikan bersama orang tua,” tambahnya.
H. Acam juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menggiring siswa untuk memilih sekolah tertentu, baik negeri maupun swasta. Yang terpenting, menurutnya, seluruh siswa tetap melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti sekolah setelah lulus SMP.
“Kalau belum diterima di negeri, silakan lanjut ke swasta. Yang penting jangan sampai tidak sekolah,” pungkasnya. (Yopie Iskandar)










