KARAWANG, alexanews.id – Upaya membangun generasi muda yang unggul tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik semata, tetapi juga lewat pembentukan karakter dan akhlak mulia sejak dini. Komitmen itu terus dijalankan SMP Negeri 1 Cibuaya, Kabupaten Karawang, melalui program pembiasaan kerohanian yang rutin dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam menanamkan nilai spiritual, memperkuat moral siswa, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi benteng bagi siswa dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.

Guru Bidang Kesiswaan SMPN 1 Cibuaya, Irfan, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan karakter sudah dimulai sejak pagi hari sebelum siswa memasuki ruang kelas.

Menurutnya, seluruh siswa terlebih dahulu mengikuti pembiasaan kerohanian yang dilaksanakan mulai pukul 06.30 hingga 07.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, proses belajar mengajar dilanjutkan secara efektif hingga pukul 13.25 WIB.

“Sebelum memulai pembelajaran, kami melaksanakan pembiasaan kerohanian terlebih dahulu. Setelah itu, baru kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa hingga siang hari,” ujar Irfan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa agar memiliki moral yang baik dan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, pembiasaan rohani itu juga bertujuan untuk mencegah munculnya perilaku negatif di kalangan pelajar.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter dan moral siswa serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kami juga ingin membentengi para siswa dari pengaruh buruk lingkungan yang dapat merusak masa depan mereka,” katanya.

SMPN 1 Cibuaya, lanjut Irfan, berkomitmen menciptakan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dengan kematangan spiritual. Menurutnya, pendidikan yang baik tidak hanya melahirkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan rasa tanggung jawab.

Tidak hanya itu, sekolah juga terus menanamkan nilai toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah. Hal tersebut dinilai penting agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang menghargai perbedaan dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.

“Kami ingin membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas siswa. Selain itu, toleransi beragama juga terus kami tanamkan agar tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan saling menghargai,” jelasnya.

Melalui pembiasaan kerohanian yang dilakukan secara konsisten, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki iman kuat, akhlak mulia, serta karakter unggul.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian siswa secara menyeluruh.

“Harapan kami, kegiatan ini mampu meningkatkan iman dan ketakwaan siswa, melahirkan akhlak mulia, serta membentuk karakter generasi muda yang unggul dan berintegritas,” pungkas Irfan. ( Ahmad Alexa )

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.