PURWAKARTA, alexanews.id – RBA kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan setelah menerima pengaduan warga terkait kondisi Rama Anugrah Putra, warga Kampung Gembong RT 44/RW 15, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, yang sempat terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Rama diketahui tidak diterima di sekolah negeri karena kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas. Situasi tersebut membuat masa depannya sempat berada dalam ketidakpastian dan hampir kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Namun harapan itu kembali muncul ketika Relawan Bupati Aing (RBA) bergerak cepat melakukan pendampingan langsung. Ketua RBA, Dani Regina, turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan dari warga dan memastikan Rama mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Pendidikan itu hak, bukan hanya milik yang mampu. Kalau negara belum sampai, RBA yang harus duluan,” tegas Dani Regina.

Tidak hanya berhenti pada pendampingan, RBA juga langsung membantu proses administrasi pendaftaran sekolah Rama. Seluruh kebutuhan pendidikan mulai dari SPP, buku pelajaran, seragam sekolah, hingga biaya penunjang lainnya dipastikan akan ditanggung hingga Rama menyelesaikan pendidikannya.

“Intinya RBA berbagi dan mengabdi. Kami berkomitmen penuh mengawal proses pendidikan Rama sampai tuntas,” ujarnya.

Rama kini ditetapkan sebagai anak binaan RBA agar mendapatkan pendampingan lebih lanjut, dengan harapan dapat tumbuh menjadi anak yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak baik di masa depan.

Dani menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Purwakarta yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Rama ini titipan Allah untuk kita semua,” ucapnya.

Kehadiran RBA disambut haru oleh keluarga Rama dan warga sekitar. Bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menghidupkan kembali harapan yang sempat padam.

Bagi RBA, pendidikan merupakan investasi masa depan yang harus dijaga bersama agar tidak ada generasi yang tertinggal.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus dijaga bersama,” tutupnya. (Akhmad Syah)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.