BEKASI, alexanews.id – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangharum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi tahun 2026 semakin menarik perhatian masyarakat. Salah satu kandidat yang menjadi sorotan adalah Ajeng Frisca Aulia Nashiba Putri yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Karangharum.

Kehadiran Ajeng ke sekretariat panitia Pilkades tidak berlangsung biasa. Ia datang dengan diiringi ribuan pendukung dan simpatisan yang memadati lokasi pendaftaran. Antusiasme warga yang mengiringi proses pendaftaran tersebut menjadi gambaran besarnya dukungan yang mengalir kepada dirinya menjelang pesta demokrasi tingkat desa itu.

Ajeng mengatakan, keputusannya maju dalam Pilkades Karangharum periode 2026-2034 dilandasi keinginan kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa agar lebih maju dan berkembang.

Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan sosial masyarakat secara langsung. Karena itu, ia telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang dinilai mampu membantu warga dalam berbagai aspek kehidupan.

“Visi, misi, dan program unggulan saya berfokus pada pelayanan sosial. Pertama, bantuan untuk warga yang menikah. Kedua, bantuan bagi ibu melahirkan dan bantuan meninggal dunia. Terakhir, jika ada anak dari keluarga tidak mampu yang ingin masuk sekolah atau pondok pesantren, insya Allah akan kami bantu penuh,” ujar Ajeng Frisca Aulia Nashiba Putri.

Program tersebut mendapat perhatian dari masyarakat karena menyasar kebutuhan dasar warga mulai dari bantuan pernikahan, persalinan, hingga pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Selain menyampaikan visi dan program unggulan, Ajeng juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana Pilkades tetap aman dan damai. Ia berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun persatuan dan kebersamaan warga desa harus tetap menjadi prioritas utama demi kemajuan Karangharum ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Karangharum menjelaskan bahwa hingga saat ini baru terdapat dua kandidat yang telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.

Meski demikian, panitia masih membuka kesempatan bagi warga yang memenuhi syarat untuk ikut berpartisipasi dalam kontestasi Pilkades. Masa pendaftaran masih berlangsung hingga batas akhir pada 6 Agustus 2026 mendatang.

Dengan masih terbukanya tahapan pendaftaran, jumlah kandidat yang akan bersaing dalam Pilkades Karangharum masih berpotensi bertambah. Masyarakat pun kini menantikan dinamika dan persaingan para calon yang akan menawarkan berbagai program terbaik untuk kemajuan desa.

Pilkades Karangharum 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu agenda demokrasi desa yang menarik perhatian masyarakat, terutama dengan munculnya berbagai gagasan dan program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.